back to top

Babak Baru Investasi Emas di Indonesia, ETF Syariah XTRA Resmi Melantai di BEI

Emitentrust.com – PT Trimegah Asset Management (Trimegah AM) resmi meluncurkan Trimegah Syariah ETF Emas dengan kode perdagangan XTRA (ticker: XTRA), sebuah Exchange Traded Fund (ETF) berbasis emas yang dikelola sesuai dengan prinsip syariah. Kehadiran produk ini menambah pilihan instrumen investasi bagi masyarakat sekaligus membuka akses terhadap eksposur harga emas melalui mekanisme perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Peluncuran XTRA menjadi bagian dari perkembangan pasar modal Indonesia yang terus menghadirkan inovasi untuk memenuhi kebutuhan investor yang semakin beragam. Melalui ETF berbasis emas, investor dapat memperoleh eksposur terhadap pergerakan harga emas tanpa harus memiliki dan menyimpan emas secara fisik.

Direktur Utama PT Trimegah Asset Management Antony Dirga mengatakan, perkembangan pasar modal perlu diikuti dengan inovasi yang mampu menghadirkan akses investasi yang lebih inklusif, efisien, dan relevan dengan dinamika pasar. Menurutnya, XTRA menjadi alternatif bagi masyarakat untuk berinvestasi pada aset emas melalui instrumen yang diperdagangkan di BEI dengan tetap mengedepankan kemudahan, transparansi, dan tata kelola.

“Pasar modal terus berkembang mengikuti kebutuhan investor yang semakin beragam. Kami percaya inovasi harus mampu menghadirkan akses investasi yang lebih inklusif, efisien, dan relevan dengan dinamika pasar,” ujar Antony.

XTRA memberikan sejumlah karakteristik bagi investor, antara lain dapat diperdagangkan di BEI seperti saham selama jam perdagangan bursa. Transaksi dilakukan melalui perusahaan sekuritas, sehingga investor tidak perlu menyimpan emas fisik secara langsung. Produk ini juga menawarkan transparansi harga dan portofolio serta setiap unit ETF didukung emas secara penuh atau fully-backed.

Selain itu, XTRA dikelola berdasarkan prinsip syariah sehingga dapat menjadi alternatif investasi berbasis emas bagi investor yang mempertimbangkan kepatuhan terhadap prinsip syariah. Dengan mekanisme ETF, investor juga memperoleh fleksibilitas dalam melakukan transaksi di pasar modal sesuai dengan mekanisme perdagangan yang berlaku.

Peluncuran XTRA turut melibatkan sejumlah institusi dalam ekosistem pasar modal dan emas. PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk dan PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia berperan sebagai Dealer Partisipan yang menyediakan likuiditas unit ETF. PT Bank HSBC Indonesia bertindak sebagai kustodian, sedangkan PT Pegadaian (Persero) berperan sebagai Bank Emas atau Bullion Bank yang mendukung penyediaan aset emas dalam bentuk Electronic Gold Receipt (EGR) sebagai underlying produk serta penyimpanan emas fisik yang menjadi underlying EGR tersebut. Melalui kolaborasi tersebut, Trimegah AM menilai ekosistem ETF emas di Indonesia dapat semakin berkembang dan memperluas akses masyarakat terhadap investasi emas melalui pasar modal.

XTRA melengkapi rangkaian produk investasi Trimegah AM yang mencakup Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Campuran, Reksa Dana Saham, ETF, hingga Kontrak Pengelolaan Dana (KPD). Trimegah AM menyatakan akan terus menghadirkan solusi investasi yang relevan dengan kebutuhan investor sekaligus mendukung pengembangan industri pengelolaan investasi dan pasar modal Indonesia.

Artikel Terkait

Laba RMKE Melonjak 86%, Pendapatan Melesat 177% di Semester I-2026

PT RMK Energy Tbk. (RMKE) membukukan kinerja keuangan yang impresif pada semester I-2026. Emiten jasa logistik batu bara terintegrasi ini mencatatkan laba bersih sebesar Rp163,1 miliar, melonjak 86,2%

Sempat Gagal Kuorum, ASMI Kembali Minta Restu Buyback Saham Rp17,92M

PT Asuransi Maximus Graha Persada Tbk. (ASMI) kembali mengajukan rencana pembelian kembali saham (buyback) setelah agenda serupa gagal memperoleh persetujuan akibat tidak tercapainya kuorum dalam Rapat Umum

UVCR Sebut Free Float 55,54%, Hady Kuswanto Kuasai 2,37% Sebagai Pemilik Manfaat Akhir

PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR) mencatatkan free float sebesar 55,54% dari total saham beredar hingga akhir Juli 2026. Persentase tersebut tidak berubah dibandingkan bulan sebelumnya, dengan jumlah saham free float mencapai

Populer 7 Hari

Berita Terbaru