Emitentrust.com- PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB) sepanjang 2025 membukukan laba bersih sebesar Rp1,58 triliun, meningkat sekitar 8,9% dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp1,46 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian BJBR yang diterbitkan Selasa (17/3) disebutkan, kenaikan laba tersebut didorong oleh peningkatan pendapatan bunga serta kontribusi dari pendapatan operasional lainnya.
Sepanjang 2025, pendapatan bunga Bank BJB mencapai Rp15,79 triliun, meningkat dari Rp14,78 triliun pada 2024. Sementara itu, pendapatan syariah juga naik menjadi Rp1,27 triliun, dari sebelumnya Rp1,04 triliun.
Namun di sisi lain, beban bunga dan bagi hasil syariah juga meningkat menjadi Rp9,58 triliun dari Rp9,25 triliun pada tahun sebelumnya.
Dengan demikian, pendapatan bunga dan syariah neto Bank BJB tercatat Rp7,51 triliun, naik dibandingkan Rp6,63 triliun pada 2024.
Kinerja tersebut ditopang pula oleh pendapatan operasional lainnya yang melonjak menjadi Rp2,95 triliun, dari sebelumnya Rp2,22 triliun. Kontribusi ini berasal dari keuntungan transaksi valuta asing, penjualan surat berharga, serta pendapatan operasional lainnya.
Meski demikian, beban operasional juga meningkat menjadi Rp8,48 triliun, dibandingkan Rp7,07 triliun pada tahun sebelumnya. Kenaikan ini terutama berasal dari beban umum dan administrasi serta penyisihan kerugian penurunan nilai aset.
Alhasil, laba operasional Bank BJB tercatat Rp1,98 triliun, naik dari Rp1,78 triliun pada 2024.
Setelah memperhitungkan beban pajak sebesar Rp374,77 miliar, laba bersih perseroan akhirnya mencapai Rp1,58 triliun.
Dari sisi neraca, total aset Bank BJB pada akhir 2025 mencapai Rp221,35 triliun, meningkat dari Rp219,96 triliun pada 2024.
Portofolio kredit yang diberikan tercatat sekitar Rp125,38 triliun, sementara pembiayaan syariah mencapai Rp11,67 triliun setelah pencadangan kerugian.
Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) yang berasal dari simpanan nasabah tercatat sekitar Rp140,10 triliun.
Di sisi likuiditas, kas dan setara kas meningkat menjadi Rp24,69 triliun, dari Rp21,20 triliun pada tahun sebelumnya.
Total ekuitas Bank BJB juga naik menjadi Rp20,82 triliun pada akhir 2025 dibandingkan Rp19,64 triliun pada 2024.
Selain laba bersih, Bank BJB juga mencatat total laba komprehensif tahun berjalan sebesar Rp2,29 triliun, melonjak dari Rp1,40 triliun pada 2024.
Namun demikian, laba per saham (EPS) justru turun menjadi Rp109,57 per saham, dari Rp130,16 per saham pada tahun sebelumnya.


