back to top

Incar Dividen, Direktur BCA (BBCA) Borong Saham Rp2M

Emitentrust.com – Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), Lianawaty Suwono, dilaporkan kembali menambah porsi kepemilikan sahamnya di perusahaan tempatnya bernaung. Berdasarkan laporan keterbukaan informasi disebutkan bahwa, transaksi ini dilakukan pada tanggal 16 Maret 2026.

Lianawaty melakukan pembelian sebanyak 300.000 unit saham BBCA. Transaksi dieksekusi pada harga Rp6.750,00 per lembar saham, dengan total nilai investasi mencapai Rp2,025 miliar. Dengan adanya transaksi ini, jumlah kepemilikan saham Lianawaty Suwono di Bank BCA meningkat dari sebelumnya 3.140.417 unit menjadi 3.440.417 unit saham.

Dalam laporannya, Lianawaty menegaskan bahwa status kepemilikan saham tersebut bersifat langsung dan ditujukan untuk tujuan investasi. Dirinya juga mengonfirmasi bahwa dirinya bukan merupakan pemegang saham pengendali di bank swasta terbesar di Indonesia tersebut.

Seperti diketahui, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp336 per saham dari laba tahun buku 2025 kepada para pemegang sahamnya.

Manajemen PT Bank Central Asia Tbk menjelaskan bahwa nilai tersebut sudah termasuk dividen interim sebesar Rp55 per saham yang sebelumnya telah dibayarkan kepada pemegang saham pada 22 Desember 2025.

“Sehingga sisa dividen tunai per saham untuk tahun buku 2025 yang akan dibayarkan oleh perseroan adalah sebesar Rp281 per saham,” ujar manajemen dalam keterangannya, 13 Maret 2026. Adapun jadwal pembagian dividen tunai BBCA adalah sebagai berikut:

Cum dividen pasar reguler dan negosiasi: 27 Maret 2026

Cum dividen pasar tunai: 31 Maret 2026

Ex dividen pasar reguler dan negosiasi: 30 Maret 2026

Ex dividen pasar tunai: 1 April 2026

Recording date: 31 Maret 2026

Pembayaran dividen tunai: 8 April 2026.

Artikel Terkait

IHSG Tutup Akhir Pekan Bergairah! KLBF dan TLKM Pimpin LQ45

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan akhir pekan, Jumat (17/7/2026), di zona hijau. IHSG menguat 67,32 poin atau 1,10% ke level 6.175,53, didorong penguatan mayoritas sektor serta aksi beli pada sejumlah saham berkapitalisasi besar.

MSCI Ubah Aturan Saham Extreme Price Increase, Berlaku Mulai Review Agustus 2026

Penyedia indeks global MSCI Inc. mengumumkan perubahan metodologi penyaringan saham yang mengalami Extreme Price Increase (EPI).

KREN Kantongi Restu Buyback Saham Rp50M

PT Quantum Clovera Investama Tbk. (KREN) memperoleh persetujuan pemegang saham untuk melaksanakan pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai maksimal Rp50 miliar.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru