Bank CIMB Niaga (BNGA) Catat Laba Tergerus 4,91% di Sementer I-2026

Bank CIMB Niaga (BNGA) Catat Laba Tergerus  4,91% di Sementer I-2026
Bacakan Artikel

EmitenTrust.com - PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) mencatatkan laba bersih konsolidasian sebesar Rp3,19 triliun pada semester I 2026. Capaian tersebut tergerus 4,91% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan laba bersih Rp3,36 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan keuangan yang diterbitkan penurunan laba tersebut terjadi di tengah tekanan terhadap pendapatan bunga bersih. Pada semester I 2026, pendapatan bunga bersih BNGA tercatat Rp5,90 triliun, relatif stabil dibandingkan Rp5,91 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, tekanan terlihat pada pendapatan operasional selain bunga. Pos ini mencatat beban operasional bersih sebesar Rp1,88 triliun, lebih besar dibandingkan Rp1,71 triliun pada semester I 2025.

Kondisi tersebut membuat laba operasional BNGA turun menjadi Rp4,02 triliun, dari Rp4,20 triliun pada semester I 2025. Secara tahunan, laba operasional terkoreksi sekitar 4,29%.

Dari sisi beban pencadangan, BNGA membukukan beban pemulihan kerugian penurunan nilai aset keuangan (impairment) sebesar Rp672,33 miliar, meningkat dibandingkan Rp368,10 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, beban tenaga kerja naik menjadi Rp2,55 triliun dari Rp2,47 triliun. Beban lainnya juga meningkat menjadi Rp1,70 triliun dari Rp1,59 triliun.

Meski laba bersih mengalami penurunan, BNGA mencatatkan perbaikan pada sejumlah komponen pendapatan nonbunga. Pendapatan komisi, provisi, fee, dan administrasi meningkat menjadi Rp1,40 triliun, dibandingkan Rp1,35 triliun pada semester I 2025.

Di sisi lain, laba bersih per saham BNGA turun menjadi Rp126,92 per saham, dari Rp133,49 per saham pada semester I 2025.

Tekanan juga tercermin pada total laba komprehensif. Pada semester I 2026, total laba komprehensif periode berjalan tercatat Rp1,98 triliun, anjlok sekitar 54,95% dibandingkan Rp4,40 triliun pada semester I 2025.

Penurunan tersebut terutama dipengaruhi oleh penghasilan komprehensif lain yang berbalik negatif. BNGA mencatat penghasilan komprehensif lain setelah pajak sebesar minus Rp1,21 triliun, berbanding positif Rp1,04 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi arus kas, kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi mencapai Rp4,61 triliun, berbalik dari posisi positif Rp1,04 triliun pada semester I 2025.

Arus kas dari aktivitas investasi juga tercatat negatif Rp308,10 miliar, sementara arus kas dari aktivitas pendanaan negatif Rp4,08 triliun.

Alhasil, kas dan setara kas BNGA pada akhir Juni 2026 berada di level Rp19,75 triliun, turun dibandingkan posisi Rp26,72 triliun pada akhir Juni 2025.

Di tengah tekanan laba dan arus kas tersebut, BNGA tetap mencatatkan pembayaran dividen sebesar Rp4,07 triliun selama periode berjalan, meningkat dibandingkan Rp3,92 triliun pada semester I 2025.