BEI Sorot BHIT, Transaksi Mendadak Melonjak, Tapi Saham Drop

BEI Sorot BHIT, Transaksi Mendadak Melonjak, Tapi Saham Drop
Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta penjelasan kepada PT MNC Asia Holding Tbk (BHIT) terkait volatilitas transaksi saham perseroan pada perdagangan 28 September 2026.
Bacakan Artikel

EmitenTrust.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta penjelasan kepada PT MNC Asia Holding Tbk (BHIT) terkait volatilitas transaksi saham perseroan pada perdagangan 28 September 2026.

Permintaan penjelasan tersebut disampaikan BEI melalui surat No. S-12550/BEI.PP3/09-2026 tertanggal 29 September 2026 perihal Permintaan Penjelasan atas Volatilitas Transaksi Efek.

Dalam surat tersebut, BEI mencatat adanya peningkatan aktivitas perdagangan sekaligus penurunan harga saham BHIT pada 28 September 2026.

Aktivitas perdagangan saham BHIT tercatat melonjak menjadi 284.142.300 saham dengan frekuensi sebanyak 4.976 kali transaksi. Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan perdagangan sebelumnya yang mencapai 29.582.400 saham dengan frekuensi 459 kali transaksi.

Di tengah lonjakan aktivitas tersebut, harga saham BHIT juga mengalami penurunan. Saham BHIT ditutup turun Rp1 atau sekitar 4,76%, dari harga penutupan perdagangan sebelumnya Rp21 menjadi Rp20 per saham.

Menanggapi permintaan BEI, manajemen MNC Asia Holding menyatakan bahwa perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat memengaruhi nilai efek perusahaan maupun keputusan investasi pemodal.

“Sampai dengan saat ini Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal,” demikian penjelasan manajemen BHIT.

Perseroan juga menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat memengaruhi harga efek perusahaan tercatat ataupun keputusan investasi pemodal sebagaimana diatur dalam ketentuan Peraturan Nomor I-E BEI.

Selain itu, BHIT menyebut tidak mengetahui adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu pada periode 28 September 2026 sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 4 Tahun 2024 mengenai laporan kepemilikan atau setiap perubahan kepemilikan saham perusahaan terbuka serta aktivitas menjaminkan saham.

“Sepanjang pengetahuan Perseroan, pada periode 28 September 2026 tidak ada aktivitas dari pemegang saham tertentu,” jelas manajemen BHIT dalam menjawab surat BEI pada Kamis (1/10).

Terkait aksi korporasi, BHIT juga menyatakan belum memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat, termasuk aksi yang berpotensi berdampak terhadap pencatatan saham perseroan di BEI.

Perseroan juga menegaskan tidak melihat adanya informasi, fakta, maupun kejadian penting lainnya yang bersifat material dan dapat memengaruhi harga saham BHIT maupun kelangsungan hidup perseroan yang belum diungkapkan kepada publik.

Pada perdagangan Kamis (1/10) saham BHIT stagnan di level Rp21. Dalam sepekan anjlok 8,7 persen. Dalam sebulan ambles 19,2 persen. Dalam 6 bulan merosot 38,2 persen. Secara tahunan (YTD) BHIT tersungkur 46,15 persen dari harga Rp39 pada 2 Januari 2026.