Emitentrust.com– PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN) mencatatkan kinerja yang berbalik arah pada 2025. Jika pada 2024 bank ini membukukan laba bersih Rp3,21 triliun, maka sepanjang 2025 perseroan justru mencatat rugi bersih Rp102,1 miliar.
Artinya, terjadi penurunan kinerja lebih dari 103% secara tahunan (year on year), dari laba besar menjadi posisi rugi.
Dalam laporan keuangan yang diterbitkan Selasa (3/3) disebutkan bahwa secara operasional, pendapatan bunga dan syariah bersih masih tumbuh.
Pendapatan bunga dan syariah bersih naik menjadi Rp15,91 triliun dari Rp15,20 triliun dan Pendapatan provisi dan komisi juga meningkat menjadi Rp1,49 triliun dari Rp1,22 triliun.
Namun, tekanan besar datang dari pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) yang melonjak tajam menjadi Rp8,04 triliun, hampir dua kali lipat dibandingkan 2024 yang sebesar Rp3,89 triliun.
Lonjakan pencadangan ini membuat pendapatan operasional bersih anjlok drastis menjadi hanya Rp323,9 miliar dari sebelumnya Rp4,10 triliun.
Laba sebelum pajak tercatat Rp281,3 miliar, turun tajam dari Rp4,12 triliun tahun sebelumnya.
Setelah beban pajak Rp383,4 miliar, bank membukukan rugi bersih Rp102,1 miliar.
Laba per saham (EPS) ikut merosot menjadi Rp47, dari Rp279 pada 2024.
Di tengah tekanan laba, ekspansi kredit tetap berjalan.
Total pinjaman yang diberikan naik menjadi Rp152,30 triliun dari Rp146,81 triliun.
Simpanan nasabah meningkat menjadi Rp121,28 triliun dari Rp111,98 triliun.
Total aset tumbuh menjadi Rp245,84 triliun dari Rp241,09 triliun.
Namun, total liabilitas ikut naik menjadi Rp182,46 triliun.
Total ekuitas tercatat Rp53,45 triliun, turun dari Rp54,74 triliun pada 2024.
Menariknya, di tengah tekanan kinerja, perseroan tetap membayarkan dividen sebesar Rp811,2 miliar pada 2025.


