back to top

RMKO Minta Restu Right Issue 512 Juta Saham Bulan Depan

Emitentrust.com- PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk. (RMKO) akan melakukan Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (right issue)

Manajemen RMKO dalam prospektus ringkasnya (2/3) akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 512.000.000 saham baru dengan nilai nominal sebesar Rp100 yang mewakili sebanyak-banyaknya 29,06% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelahPMHMETD I yang akan disetorkan secara tunai.

RMKO memperkirakan bahwa rencana rights issue ini akan memperkuat struktur permodalan Perseroan sehingga memberikan dampak positif terhadap kondisi keuangan Perseroan serta dapat meningkatkan likuiditas Perseroan, yang tercermin antara lain pada perbaikan Rasio Lancar, serta memperkuat struktur permodalan dan mendukung kebutuhan modal kerja maupun pengembangan usaha RMKO.

Seluruh dana yang diperoleh RMKO dari aksi korporasi ini setelah dikurangi dengan biayabiaya emisi yang menjadi kewajiban Perseroan akan digunakan Perseroan untuk modal kerja Perseroan.

Aksi korporasi ini akan digelar setelah dinyatakan efektif oleh OJK serta tidak melebihi 12 bulan sejak tanggal persetujuan RUPSLB dan pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD ini akan terkena dilusi sebanyak 29,06%.

Untuk melancarkan aksi korporasi ini RMKO akan meminta persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB yang akan digelar pada tanggal 8 April 2026.

Artikel Terkait

Medco (MEDC) Setujui Dividen Rp1,42T, Cair Juli 2026

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) memutuskan membagikan dividen tunai sebesar US$87 juta atau sekitar Rp1,42 triliun dari laba bersih tahun buku 2025.

BEI Cabut Status Pemantauan Khusus Saham CTTH Mulai 5 Juni

PT Citatah Tbk (CTTH) resmi keluar dari status Efek Bersifat Ekuitas Dalam Pemantauan Khusus Bursa Efek Indonesia (BEI). Keputusan tersebut diumumkan BEI melalui pengumuman

IHSG Ditutup Pangkas Separuh Kejatuhan, Aksi Beli Mulai Masuk!

IHSG berhasil memangkas sebagian pelemahan pada perdagangan sesi II Kamis (4/6/2026), meski tetap ditutup di zona merah.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru