back to top

Begini Pergerakan Empat Saham yang Diawasi BEI

Emitentrust.com- Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan tengah mencermati pola transaksi efek yang tidak wajar atau Unusual Market Activity (UMA) pada empat saham sekaligus.

Keempat saham tersebut yakni PT Asia Pramulia Tbk (ASPR), PT Aracord Nusantara Group Tbk (RONY), PT Hotel Fitra International Tbk (FITT), dan PT Andalan Sakti Primaindo Tbk (ASPI).

Pada penutupan perdagangan sesi I Senin (16/3/2026), saham ASPR tercatat melemah 14,77% atau turun 26 poin ke level Rp150 per saham. Meski demikian, dalam sepekan terakhir saham ini masih naik sekitar 10% dari Rp136 pada 10 Maret 2026. Dalam enam bulan, ASPR bahkan melonjak 56,2% dari Rp96 pada September 2025.

Sementara itu, saham RONY mengalami tekanan tajam. Usai pengumuman UMA, saham RONY anjlok 13,89% atau turun 205 poin ke Rp1.270 per saham. Dalam sepekan terakhir, saham ini sudah merosot 42,5% dari Rp2.210, bahkan turun 60,8% dalam sebulan dari Rp3.240. Jika ditarik enam bulan, RONY juga melemah 52,9% dari Rp2.700.

Adapun saham FITT pada sesi I justru menguat tipis 1,08% atau naik 4 poin ke Rp374 per saham. Meski begitu, kinerja sahamnya masih tertekan dalam jangka menengah. Dalam sebulan terakhir, FITT jatuh sekitar 54% dari Rp820, dan merosot 59% dalam enam bulan dari Rp915.

Sedangkan saham ASPI tercatat menguat 6,34% atau naik 16 poin ke Rp268 per saham pada jeda perdagangan siang. Namun secara bulanan saham ini masih turun 36,1% dari Rp420, dan dalam enam bulan melemah 53,7% dari Rp580.

Sehubungan dengan pengawasan UMA tersebut, Bursa Efek Indonesia meminta investor untuk mencermati jawaban perusahaan atas permintaan klarifikasi bursa serta memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan masing-masing emiten.

BEI juga mengimbau pelaku pasar agar menelaah kembali kinerja fundamental perusahaan dan rencana aksi korporasi, terutama jika belum memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), sebelum mengambil keputusan investasi.

Artikel Terkait

BEI Umumkan Saham Dikuasai Segelintir Investor, Ini Emitennya!

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengeluarkan pengumuman penting terkait sejumlah emiten yang memiliki kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration per 31 Maret 2026.

Bengkak 348%! PTPP Rugi Hampir Rp8T di 2025

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp7,99 triliun sepanjang 2025, membengkak sekitar 348% dibandingkan rugi Rp1,78 triliun pada 2024 (YoY).

KB Bank (BBKP) Tinggalkan Rugi Triliunan di 2025

PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) (sebelumnya Bank Bukopin) berhasil membalikkan kinerja secara signifikan sepanjang 2025 dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp66,6 miliar, berbanding terbalik dari rugi Rp6,33 triliun pada 2024,

Populer 7 Hari

Berita Terbaru