back to top

Ambles 259 Persen, UNTD Jadi Boncos Rp33,2M di 2025

Emitentrust.com- Emiten produsen sepeda PT Terang Dunia Internusa Tbk (UNTD) sepanjang 2025 mencatatkan rugi bersih Rp33,24 miliar sepanjang tahun buku 2025. Padahal pada tahun sebelumnya perseroan masih mampu membukukan laba bersih Rp20,81 miliar.

Dengan demikian, kinerja laba perseroan anjlok sekitar 259% secara tahunan (year on year) hingga berbalik menjadi rugi.

Berdasarkan laporan keuangan UNTD yang diterbitkan Senin (16/3), penurunan kinerja tersebut sejalan dengan turunnya penjualan neto menjadi Rp412,95 miliar pada 2025, dari sebelumnya Rp573,31 miliar pada 2024.

Penurunan penjualan tersebut turut menekan laba bruto perseroan yang turun signifikan menjadi Rp74,53 miliar, dibandingkan Rp131,71 miliar pada tahun sebelumnya.

Dari sisi operasional, laba usaha juga merosot tajam menjadi Rp13,46 miliar, dari Rp70,58 miliar pada 2024.

Namun tekanan terbesar datang dari beban keuangan yang melonjak menjadi Rp47,22 miliar, sehingga membuat kinerja perusahaan berbalik mencatatkan rugi sebelum pajak Rp33,70 miliar.

Pada akhirnya, perseroan membukukan rugi bersih tahun berjalan Rp33,24 miliar, dibandingkan laba bersih Rp20,81 miliar pada tahun sebelumnya.

Di sisi neraca, total aset perseroan per 31 Desember 2025 tercatat Rp1,22 triliun, relatif stabil dibandingkan posisi 2024 sebesar Rp1,22 triliun.

Sementara itu, total liabilitas meningkat menjadi Rp660,91 miliar, dari sebelumnya Rp600,00 miliar pada tahun sebelumnya.

Adapun ekuitas perseroan turun menjadi Rp561,55 miliar, dibandingkan Rp627,81 miliar pada 2024, seiring kerugian yang dibukukan sepanjang tahun.

Artikel Terkait

SAME Borong 90 Juta Saham JECX Harga Pasar

PT Nitrasanata Dharma Tbk. (JECX) menyampaikan bahwa PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) menambah investasi dengan melakukan serangkaian pembelian saham.

TOWR Eksekusi 25,52% Saham BACH, Kepemilikan Naik Jadi 51%

TOWR, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), kepemilikannya, PT Bach Multi Global Tbk (BACH), anak usahanya, PT Global Telekomunikasi Prima (GTP).

BEI Umumkan 37 Saham Baru Masuk Daftar HSC, Total 51 Emiten

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik, menegaskan komitmen Bursa bersama Self-Regulatory Organization (SRO), yakni KPEI dan KSEI, untuk melanjutkan reformasi pasar modal Indonesia. Salah satu langkah terbaru adalah merevisi

Populer 7 Hari

Berita Terbaru