Emitentrust.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (14/8/2026) tidak terlepas dari respons positif pelaku pasar terhadap pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto.
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy mengatakan pelaku pasar menangkap sejumlah pesan positif dari penyampaian Presiden Prabowo, terutama terkait perkembangan ekonomi Indonesia, stabilitas nasional dan peluang pertumbuhan ekonomi ke depan.
“Market merespon positif atas laporan dari Pak Presiden atas perkembangan Indonesia, pertumbuhan ekonomi, stabilitas yang ada, dan opportunity-opportunity dari pemerintahan beliau,” ujar Irvan saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Menurut Irvan, BEI menyambut positif berbagai peluang pertumbuhan yang disampaikan pemerintah. Kondisi tersebut dinilai dapat menjadi landasan bagi perkembangan pasar modal Indonesia ke depan.
“Dan kita sangat positif melihat itu, karena InsyaAllah ini menjadi landasan yang baik bagi kita untuk bertumbuh dan berkembang,” katanya.
Irvan mengatakan pertumbuhan ekonomi yang kuat pada akhirnya akan berdampak terhadap kinerja perusahaan tercatat di Bursa.
Menurutnya, apabila perekonomian tumbuh dengan baik, perusahaan tercatat berpeluang meningkatkan kinerja dan laba. Kondisi tersebut kemudian dapat memberikan sentimen positif bagi pasar modal.
“Kalau pertumbuhan ekonomi baik, perusahaan tercatatnya tumbuh dengan baik, labanya tumbuh, pasti pasar modalnya juga akan tumbuh, karena kondisi dari perusahaan tercatatnya juga akan semakin baik,” jelas Irvan.
Pertumbuhan emiten dan pasar modal tersebut, lanjut dia, pada akhirnya dapat meningkatkan daya tarik pasar modal Indonesia sebagai tujuan investasi, baik bagi investor asing maupun domestik.
Irvan menilai stabilitas ekonomi dan pertumbuhan yang terjaga dapat meningkatkan tingkat investability Indonesia.
“Ini akan menjadi poin plus bagi negara kita untuk menahan investasi asing dan juga pasti para investor lokal akan semakin nyaman untuk bertransaksi dan menguntungkan,” ujarnya.
Prabowo Bidik Pertumbuhan Ekonomi 6%
Dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sejumlah perkembangan ekonomi Indonesia sekaligus target pemerintah ke depan.
Presiden Prabowo melaporkan realisasi investasi Indonesia sepanjang 2025 mencapai Rp1.931 triliun dan menciptakan lebih dari 2,7 juta lapangan kerja.
Prabowo juga optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga akhir 2026 dapat mencapai 6%, dengan catatan pemerintah mampu menjalankan kebijakan yang tepat dan rasional.
“Dengan kebijakan-kebijakan yang tepat, yang rasional, yang menggunakan akal sehat, saya yakin pertumbuhan ekonomi kita di akhir tahun ini bisa mencapai angka 6 persen,” kata Prabowo.
Presiden menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi dan investasi bukan merupakan tujuan akhir pembangunan, melainkan instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Bagi saya pertumbuhan dan investasi bukan tujuan akhir. Tujuan kita adalah kesejahteraan rakyat kita,” ujar Prabowo.
Optimisme tersebut kemudian menjadi salah satu sentimen yang dinilai ikut direspons positif oleh pelaku pasar dan memberikan dorongan bagi IHSG pada perdagangan Jumat.
BEI berharap stabilitas serta prospek pertumbuhan ekonomi nasional dapat terus menjadi fondasi bagi peningkatan kinerja emiten sekaligus memperkuat daya tarik pasar modal Indonesia di mata investor global.


