EmitenTrust Versi penuh
Stock and Market

BEI Evaluasi IDXMESBUMN, Ini Daftar Saham dan Bobot Baru

Oleh Komarudin 24 Aug 2026 21:41 2 menit baca

EmitenTrust.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan evaluasi minor terhadap indeks IDXMESBUMN. Dalam evaluasi kali ini, tidak terdapat perubahan konstituen, tetapi terjadi penyesuaian jumlah saham untuk penghitungan indeks dan perubahan bobot sejumlah saham.

Berdasarkan Lampiran 14 Pengumuman BEI No. Peng-00160/BEI.POP/08-2026 tanggal 24 Agustus 2026, hasil evaluasi minor tersebut berlaku mulai 1 September hingga 30 November 2026. Periode efektif jumlah saham yang digunakan untuk penghitungan indeks juga berlaku pada periode yang sama.

Sebanyak 17 saham tetap menjadi konstituen IDXMESBUMN. Namun, sebagian besar saham mengalami penurunan bobot setelah evaluasi. Dua saham yang mencatat kenaikan jumlah saham untuk penghitungan indeks adalah PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM).

TLKM menjadi salah satu sorotan utama karena jumlah saham untuk penghitungan indeks naik dari 7,24 miliar saham menjadi 8,28 miliar saham. Kenaikan tersebut membuat bobot TLKM meningkat dari 17,97% menjadi 20%, sekaligus mencapai batas maksimum bobot yang ditetapkan dalam indeks.

Sementara itu, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) justru mengalami penurunan jumlah saham indeks dari 7,29 miliar menjadi 6,89 miliar saham. Kondisi tersebut membuat bobot ANTM turun dari 21,76% menjadi 20%.

Dengan demikian, setelah evaluasi, ANTM dan TLKM sama-sama memiliki bobot terbesar dalam IDXMESBUMN, masing-masing sebesar 20%.

Di posisi berikutnya terdapat PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dengan bobot 14,71%, turun dari 15,11%. Kemudian PT Timah Tbk (TINS) memiliki bobot 9,61%, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) 8,38%, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) 6,98%, dan MTEL 6,20%.

MTEL menjadi saham dengan kenaikan bobot paling signifikan dalam evaluasi ini. Bobot perusahaan naik dari 4,74% menjadi 6,20%, seiring peningkatan jumlah saham untuk penghitungan indeks dari 11,35 miliar menjadi 15,23 miliar saham.

Adapun sejumlah saham mengalami penurunan bobot. ELSA turun dari 2,17% menjadi 2,11%, JKON dari 0,35% menjadi 0,21%, JRPT dari 1,25% menjadi 1,19%, JSMR dari 4,84% menjadi 4,66%, PGAS dari 15,11% menjadi 14,71%, PTBA dari 8,61% menjadi 8,38%, PTPP dari 0,58% menjadi 0,56%, SMBR dari 0,26% menjadi 0,25%, SMGR dari 4,81% menjadi 4,63%, serta TINS dari 9,87% menjadi 9,61%.

BRIS juga mengalami penurunan bobot dari 7,17% menjadi 6,98%, meski jumlah saham untuk penghitungan indeks tetap sebesar 4,26 miliar saham.

Sementara itu, IPCM dan NIKL mempertahankan bobot masing-masing sebesar 0,18% dan 0,07%. WTON juga mempertahankan bobot 0,26% meskipun jumlah saham untuk penghitungan indeks turun tipis dari 3,38 miliar menjadi 3,38 miliar saham.

Secara keseluruhan, evaluasi minor IDXMESBUMN tidak mengubah daftar konstituen. Perubahan terutama terjadi pada jumlah saham yang digunakan dalam perhitungan indeks serta penyesuaian bobot, dengan ANTM dan TLKM sama-sama berada di batas maksimum 20%.

BEI menyatakan jumlah saham untuk penghitungan indeks akan disesuaikan pada tanggal efektif apabila terjadi aksi korporasi sebelum tanggal tersebut, seperti stock split, reverse stock, rights issue, saham bonus, dan/atau dividen saham.

Topik terkait
Bursa Efek Indonesia (BEI) indeks IDXMESBUMN bobot saham Telkom