EmitenTrust Versi penuh
Stock and Market

BEI Evaluasi PEFINDO i-Grade, Bobot TPIA Naik, BBRI & BMRI Turun

Oleh Komarudin 24 Sep 2026 22:02 2 menit baca

EmitenTrust.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan hasil evaluasi indeks PEFINDO i-Grade yang akan berlaku mulai 1 Oktober hingga 30 Desember 2026. Dari 30 saham konstituen, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatat perubahan paling mencolok dengan jumlah saham yang digunakan dalam penghitungan indeks melonjak lebih dari dua kali lipat.

Berdasarkan pengumuman BEI tertanggal 24 September 2026, jumlah saham TPIA untuk penghitungan indeks meningkat dari 9,14 miliar saham menjadi 21,99 miliar saham. Dengan perubahan tersebut, bobot TPIA dalam PEFINDO i-Grade ikut melonjak dari 1,73% menjadi 4,07%.

Kenaikan jumlah saham penghitungan TPIA mencapai sekitar 140,75%. Sementara bobotnya meningkat sekitar 2,34 poin persentase. Dalam evaluasi ini, TPIA tercatat sebagai salah satu emiten dengan peningkatan bobot paling besar.

Perubahan signifikan juga terjadi pada PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Jumlah saham BBCA yang digunakan untuk penghitungan indeks meningkat dari 29,71 miliar menjadi 31,51 miliar saham. Bobot BBCA kemudian naik dari 19,30% menjadi 20%, atau mencapai batas cap 20% dalam indeks.

Di sisi lain, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mengalami penurunan jumlah saham penghitungan dari 63,50 miliar menjadi 61,44 miliar saham. Bobot BBRI turun dari 21,16% menjadi 20%.

Sementara itu, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) juga mengalami penurunan. Jumlah saham BMRI untuk penghitungan indeks turun dari 35,52 miliar menjadi 34,54 miliar saham, sedangkan bobotnya menyusut dari 15,49% menjadi 14,71%.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) juga mencatat penurunan bobot dari 5,37% menjadi 5,21%. Jumlah saham yang digunakan dalam penghitungan indeks turun dari 14,35 miliar menjadi 14,25 miliar saham.

Saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) turut mengalami penyesuaian. Jumlah saham penghitungan turun dari 40,14 miliar menjadi 39,90 miliar saham, sedangkan bobot TLKM turun dari 10,39% menjadi 10,09%.

Beberapa saham lain juga mengalami kenaikan jumlah saham penghitungan, seperti BRPT, BSDE, BUMI, CUAN, HEAL, MBMA, MDKA, dan SMRA. Namun, tidak seluruh kenaikan jumlah saham tersebut diikuti kenaikan bobot karena adanya mekanisme pembatasan bobot dalam indeks.

Sementara itu, HEAL menjadi salah satu saham yang bobotnya meningkat, yakni dari 0,39% menjadi 0,42%. PNBN juga mengalami kenaikan bobot dari 0,23% menjadi 0,25%.

Di sisi lain, sejumlah saham mengalami penurunan bobot, antara lain BBNI, BBTN, BMRI, BRIS, BRPT, BUMI, CUAN, ENRG, HRTA, INKP, ISAT, JSMR, MBMA, MDKA, MEDC, MYOR, PTRO, RATU, SMGR, dan TLKM.

Meski terdapat perubahan jumlah saham penghitungan dan bobot, 30 saham tetap menjadi konstituen PEFINDO i-Grade untuk periode efektif 1 Oktober hingga 30 Desember 2026. Tidak terdapat penambahan maupun penghapusan konstituen dalam evaluasi minor kali ini.

BEI juga menyatakan jumlah saham untuk penghitungan indeks dapat disesuaikan pada tanggal efektif apabila terjadi aksi korporasi sebelum tanggal tersebut, seperti stock split, reverse stock, rights issue, saham bonus, dan/atau dividen saham.

Topik terkait
Indeks PEFINDO i-Grade 1 Oktober hingga 30 Desember 2026 PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) penghitungan indeks melonjak