BEI Interogasi INET Soal Pengalihan Saham Senilai Rp2.005T
EmitenTrust.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta penjelasan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) terkait pemberitaan mengenai "Menuju Raksasa AI Infrastructure -DOOH Siapkan 4 Aksi Korporasi - Akuisisi 29,88% saham INET senilai Rp2,005 triliun atau rencana pengalihan saham perseroan sebanyak 6,685 miliar saham atau setara 29,88% kepemilikan, dengan nilai transaksi sekitar Rp2,005 triliun.
Dalam tanggapannya atas permintaan penjelasan BEI, Senior Vice President Corporate Secretary INET Arki Rifazka menyatakan bahwa informasi mengenai rencana transaksi tersebut benar. Berdasarkan informasi yang diperoleh perseroan dari PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara (AKUN), saham tersebut direncanakan dialihkan kepada PT Cakrawala Nexus Investama (CNI) dengan harga Rp300 per saham.
Namun, transaksi tersebut hingga kini masih berstatus rencana. INET menegaskan belum menerima dokumen transaksi dari para pihak dan tidak menjadi pihak dalam negosiasi maupun perjanjian antara AKUN dan CNI atau PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH).
"Perseroan tidak menjadi pihak dalam rencana transaksi saham antara AKUN dan CNI atau DOOH, serta tidak terlibat dalam negosiasi komersial di antara para pihak," ujar Arki dalam menjawab permintaan penjelasan BEI pada Selasa (6/10).
Perjanjian Jual Beli Sudah Ditandatangani
Meski INET belum menerima salinan dokumen transaksi, perseroan menemukan informasi dalam laporan Fairness Opinion Nomor 00109/2.0014-00/BS/06/0080/1/IX/2026 tertanggal 29 September 2026.
Dalam dokumen tersebut disebutkan bahwa AKUN dan CNI telah menandatangani Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham pada 1 September 2026. Kendati demikian, karena belum menerima salinan perjanjian, INET belum dapat mengonfirmasi ketentuan utama transaksi tersebut.
Rencana pengalihan saham juga masih membutuhkan sejumlah tahapan. Berdasarkan informasi publik DOOH, transaksi melalui CNI memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) DOOH yang dijadwalkan pada 9 November 2026.
INET menyatakan belum menerima jadwal definitif mengenai tahapan transaksi setelah pelaksanaan RUPSLB tersebut.
Salah satu poin penting yang diklarifikasi INET adalah mengenai pengendalian perseroan setelah transaksi terlaksana.
Berdasarkan konfirmasi yang diterima INET dari AKUN, setelah transaksi pengalihan saham terealisasi, AKUN tetap menjadi pengendali perseroan. Sementara itu, Adhie M. Massardi tetap menjadi penerima manfaat akhir (ultimate beneficial owner/UBO) pada tingkat individu.
Dengan demikian, rencana pengalihan 29,88% saham tersebut disebut tidak serta-merta mengubah pengendalian INET.
Terkait harga transaksi Rp300 per saham, INET menyatakan tidak terlibat dalam negosiasi harga. Berdasarkan konfirmasi AKUN, harga tersebut merupakan hasil kesepakatan kedua pihak dengan mempertimbangkan hasil penilaian independen untuk menentukan nilai wajar transaksi.
Manajemen INET juga memastikan belum terdapat perubahan strategi bisnis sebagai dampak dari rencana transaksi tersebut.
Perseroan tetap fokus mengembangkan layanan internet, konektivitas berbasis jaringan backbone fiber optik darat dan bawah laut, data center, serta bisnis alih daya melalui entitas anak.
INET juga belum memiliki rencana akuisisi baru yang belum diumumkan kepada publik. Adapun program ekspansi dan pendanaan yang telah disampaikan sebelumnya tetap dijalankan sesuai rencana bisnis perseroan.
Terkait kemungkinan sinergi dengan DOOH, INET menyatakan bahwa siaran pers DOOH memang memuat rencana integrasi kapabilitas INET ke dalam ekosistem bisnis DOOH. Namun, sampai saat ini belum terdapat perjanjian definitif mengenai kolaborasi atau sinergi tersebut.
Perseroan menyatakan terbuka terhadap potensi kolaborasi dengan pemegang saham baru sepanjang sesuai dengan kepentingan dan rencana bisnis INET serta ketentuan yang berlaku.
INET juga menegaskan belum memiliki keputusan atau rencana korporasi untuk mengubah susunan Direksi maupun Dewan Komisaris sehubungan dengan rencana transaksi tersebut.
Perseroan menambahkan bahwa kegiatan operasional tetap berjalan normal dan hingga tanggal penyampaian tanggapan kepada BEI, tidak terdapat informasi material lain yang belum dipublikasikan yang diketahui dapat memengaruhi kelangsungan usaha maupun harga saham INET.
Dengan demikian, rencana pengalihan 29,88% saham senilai sekitar Rp2,005 triliun tersebut masih harus melewati tahapan yang dipersyaratkan sebelum dapat dinyatakan selesai. Sementara itu, INET tetap menjalankan bisnis dan ekspansi yang telah diumumkan kepada publik.
Sebagai informasi, Pada perdagangan Selasa (6/10) saham INET naik 3,06 persen ke level Rp274. Dalam sepekan turun 3,52 persen. Dalam sebulan anjlok 23,03 persen. Secara tahunan (YTD) ambles 42,05 persen dari harga Rp472 pada 2 Januari 2026.