BEI Jelaskan Alasan GOTO Masih Bertahan di IDX30, LQ45 dan IDX80 Meski Saham di Level Rp50
Bursa Efek Indonesia (BEI) menjelaskan alasan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) masih tercatat sebagai konstituen indeks IDX30, LQ45, dan IDX80, meskipun harga saham perseroan telah bertahan di level Rp50 per saham sejak 5 Mei 2026.
Emitentrust.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) menjelaskan alasan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) masih tercatat sebagai konstituen indeks IDX30, LQ45, dan IDX80, meskipun harga saham perseroan telah bertahan di level Rp50 per saham sejak 5 Mei 2026.
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Irvan Susandy, mengatakan evaluasi konstituen indeks tidak hanya mempertimbangkan kondisi likuiditas saham dalam satu atau dua bulan terakhir. Penilaian dilakukan berdasarkan rata-rata likuiditas dalam periode tertentu sebelum evaluasi, yang umumnya menggunakan rentang enam hingga 12 bulan.
"Likuiditasnya tidak dihitung hanya satu atau dua bulan. Kemungkinan menggunakan rata-rata enam atau 12 bulan sebelum evaluasi," ujar Irvan saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (28/7/2026).
Menurutnya, BEI hingga kini tidak melakukan perubahan terhadap metodologi perhitungan kuantitatif dalam penentuan konstituen indeks. Oleh karena itu, apabila GOTO masih tercantum dalam indeks utama, berarti saham tersebut masih memenuhi persyaratan berdasarkan rata-rata likuiditas historis.
"Kita tidak melakukan perubahan di perhitungan kuantitatif indeks konstituen. Jadi kalau GOTO masih ada, berarti pada bulan-bulan sebelumnya likuiditasnya memang masih kuat," jelasnya.
Irvan menambahkan, penurunan aktivitas perdagangan saham GOTO baru terjadi dalam dua hingga tiga bulan terakhir. Sementara pada periode sebelumnya, saham teknologi tersebut masih mencatatkan likuiditas yang relatif tinggi sehingga tetap memenuhi kriteria seleksi indeks.
Ia mengibaratkan mekanisme tersebut dengan perhitungan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) Bursa Efek Indonesia secara year-to-date (YTD). Saat ini, nilai transaksi harian rata-rata masih berada di kisaran Rp22 triliun, meskipun dalam beberapa bulan terakhir transaksi harian tidak lagi mencapai Rp30 triliun.
Menurut Irvan, tingginya aktivitas perdagangan pada awal tahun, yang sempat mencapai sekitar Rp34 triliun per hari, masih memberikan kontribusi besar terhadap rata-rata transaksi sepanjang tahun.
Dengan metode perhitungan berbasis rata-rata tersebut, BEI menilai likuiditas saham GOTO pada periode sebelum mengalami tekanan masih cukup tinggi. Karena itu, perseroan tetap memenuhi persyaratan untuk menjadi konstituen IDX30, LQ45, dan IDX80 pada periode evaluasi saat ini.