back to top

BEI Minta Klarifikasi Emiten Hary Tanoe (MSIN) Soal Listing di Luar Negeri

Emitentrust.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) melayangkan surat ke emiten milik Hary Tanoesoedibjo PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) terkait rencana mencatatkan saham di bursa luar negeri dan rencana right issue.

Dalam surat tanggapan resmi Rabu (1/4), manajemen MSIN membeberkan rencana strategis untuk mencatatkan saham di bursa luar negeri yang ditargetkan terealisasi pada kuartal II 2026.

Manajemen menegaskan, langkah ini bukan sekadar ekspansi biasa. Pencatatan saham di luar negeri merupakan strategi untuk membuka akses ke investor global, meningkatkan visibilitas perusahaan, sekaligus memperkuat fleksibilitas dalam menghimpun dana di pasar internasional.

Jika terealisasi, langkah ini berpotensi mengerek likuiditas saham serta memperluas basis investor secara signifikan.

Menariknya, perseroan mengungkapkan bahwa target bursa luar negeri sebenarnya sudah ditentukan. Namun, nama bursa tersebut masih dirahasiakan ke publik.

Manajemen hanya memberikan petunjuk bahwa pemilihan dilakukan berdasarkan likuiditas pasar yang tinggi serta kedekatan geografis dengan Indonesia mengarah ke bursa kawasan Asia.

Terkait mekanisme, perseroan tidak menutup opsi penggunaan skema Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) maupun bentuk lainnya.

Alasannya untuk menjaga kerahasiaan strategi bisnis di tengah persaingan pasar.

Kabar baiknya, sebagian besar tahapan persiapan disebut sudah hampir selesai.

Perseroan menargetkan eksekusi aksi korporasi ini bisa dilakukan pada kuartal II 2026—artinya tinggal menunggu momentum yang tepat.

Manajemen optimistis langkah ini akan membawa dampak positif jangka panjang.

Selain memperkuat struktur permodalan, aksi ini juga diyakini mampu meningkatkan likuiditas perdagangan saham dan menarik investor asing.

Meski terlihat menjanjikan, perseroan tak menutup mata terhadap risiko.

Mulai dari kepatuhan terhadap regulasi bursa internasional, kewajiban keterbukaan informasi yang lebih ketat, hingga potensi perubahan struktur kepemilikan.

Perseroan memastikan akan terus berkoordinasi dengan penasihat dan regulator agar langkah ini tetap aman dan sesuai aturan.

Artikel Terkait

BEI Umumkan Saham Dikuasai Segelintir Investor, Ini Emitennya!

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengeluarkan pengumuman penting terkait sejumlah emiten yang memiliki kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration per 31 Maret 2026.

Bengkak 348%! PTPP Rugi Hampir Rp8T di 2025

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp7,99 triliun sepanjang 2025, membengkak sekitar 348% dibandingkan rugi Rp1,78 triliun pada 2024 (YoY).

KB Bank (BBKP) Tinggalkan Rugi Triliunan di 2025

PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) (sebelumnya Bank Bukopin) berhasil membalikkan kinerja secara signifikan sepanjang 2025 dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp66,6 miliar, berbanding terbalik dari rugi Rp6,33 triliun pada 2024,

Populer 7 Hari

Berita Terbaru