back to top

BEI Minta Penjelasan Grup Bakrie (UNSP) Terkait Private Placement Rp4,3T

Emitentrust.com – PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (IDX: UNSP) memberikan tanggapan resmi atas permintaan klarifikasi dari Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait rencana Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement

Dalam keterbukaan informasi Senin (4/5) manajemen UNSP menjelaskan bahwa aksi korporasi ini dilakukan sebagai bagian dari restrukturisasi utang guna memperbaiki kondisi keuangan Perseroan.

Perseroan menetapkan harga pelaksanaan sebesar Rp300 per saham. Manajemen menegaskan bahwa harga tersebut merupakan hasil kesepakatan dengan para kreditur dan pemegang surat utang, serta telah memenuhi prinsip kewajaran.

UNSP juga menyatakan tidak menggunakan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), karena berdasarkan regulasi BEI, penggunaan penilai independen tidak diwajibkan dalam aksi PMTHMETD yang bertujuan memperbaiki posisi keuangan.

Total nilai aksi PMTHMETD mencapai sekitar Rp4,38 triliun, yang merupakan konversi dari seluruh utang Perseroan kepada kreditur dan pemegang obligasi.

Sejumlah kreditur besar yang akan menerima saham hasil konversi utang antara lain:

Poseidon Corporate Services Limited (pemegang porsi terbesar)
Pacific Harbor Advisors Pte. Ltd
PT Danatama Makmur Sekuritas
Unbounded Opportunities Fund SPC
serta beberapa investor lainnya
Mayoritas pihak tersebut merupakan pihak ketiga non-afiliasi.

Perseroan juga memastikan bahwa ketentuan free float tetap terpenuhi setelah aksi korporasi. Persentase saham publik diproyeksikan berada di kisaran 21,28% setelah PMTHMETD, sesuai aturan BEI.

Meski aksi ini dilakukan untuk memperbaiki struktur keuangan, proforma menunjukkan ekuitas Perseroan masih negatif sekitar Rp919 miliar.

Untuk itu, manajemen menyatakan akan fokus pada peningkatan produktivitas, profitabilitas, serta melanjutkan restrukturisasi utang dan ekuitas guna memperbaiki kondisi keuangan ke depan.

Pasca PMTHMETD, Poseidon akan menjadi pemegang saham terbesar dengan porsi lebih dari 55%. Namun demikian, Perseroan menegaskan tidak terjadi perubahan pengendalian.

Hal ini didasarkan pada Letter of Undertaking dari Poseidon yang menyatakan tidak akan mengambil alih kendali, sehingga pengendalian tetap berada pada pemegang saham lama, yakni Bakrie Capital Indonesia.

Manajemen juga menegaskan tidak terdapat informasi material lain yang dapat mempengaruhi harga saham maupun kelangsungan usaha Perseroan.

Artikel Terkait

IHSG Ambles 1,29% di Sesi I, Hanya Satu Sektor Bertahan Hijau

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berada di zona merah pada perdagangan sesi pertama Selasa (23/6/2026). Hingga penutupan sesi I, IHSG terkoreksi 79,17 poin atau 1,29% ke level 6.037,52

Batulicin (BESS) Setujui Dividen Rp4,36 per Saham

PT Batulicin Nusantara Maritim Tbk (BESS) menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp15 miliar atau Rp4,36 per saham dari laba bersih tahun buku 2025. Keputusan tersebut ditetapkan dalam Rapat Umum

KPEI Angkat Antonius Herman Azwar Jadi Dirut Periode 2026-2030

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS) PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) yang digelar pada 22 Juni 2026 turut menyetujui laporan tahunan, laporan keuangan tahun buku 2025,

Populer 7 Hari

Berita Terbaru