back to top

BEI Mulai Telisik Volatilitas Saham ASRI, Ada Apa?

Emitentrust.com – PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) memberikan tanggapan resmi terkait permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) atas volatilitas transaksi efek perseroan yang terjadi baru-baru ini.

Saham ASRI dalam sebulan terakhir naik 9,8 persen dari harga Rp163 menjadi Rp179 pada 20 Januari 2025.

Melalui surat resmi tertanggal 20 Januari 2026, emiten pengembang properti ini menegaskan bahwa tidak ada fakta material yang belum diungkapkan kepada publik.

Sekretaris Perusahaan ASRI, Tony Rudiyanto, menyatakan bahwa hingga saat ini perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat memengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal. Hal ini merujuk pada ketentuan keterbukaan informasi yang diatur dalam POJK Nomor 31/POJK.04/2015.

“Sampai dengan diterbitkannya surat ini, Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek Perseroan,” tulis Tony Rudiyanto dalam keterbukaan informasi tersebut.

Terkait pergerakan harga saham di pasar, manajemen juga menyatakan tidak mengetahui adanya aktivitas transaksi dari pemegang saham tertentu sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 11/POJK.04/2017. Manajemen menekankan bahwa volatilitas yang terjadi merupakan mekanisme pasar murni di luar kendali langsung perusahaan.

Lebih lanjut, Tony menegaskan bahwa dalam jangka waktu dekat atau setidaknya tiga bulan mendatang, ASRI belum memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi yang dapat berdampak pada pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia. Pernyataan ini sekaligus menjawab spekulasi pasar mengenai potensi aksi korporasi yang mungkin memicu fluktuasi harga.

Artikel Terkait

Direktur Emiten Hapsoro (BUVA) Belanja Saham di Harga Rp700

Direktur PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA), Satrio, menambah kepemilikan sahamnya di perseroan melalui transaksi pembelian saham yang dilakukan pada 25 Mei 2026.

Centratama Telekomunikasi (CENT) Setuju 100% Tak Ada Dividen

PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk (CENT) memutuskan untuk tidak membagikan dividen tunai kepada pemegang saham untuk tahun buku 2025. Keputusan tersebut disetujui secara bulat dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)

Grup Bakrie (BUMI) Suntik Dana Rp1,5T ke Arutmin

PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) resmi menyalurkan fasilitas pinjaman senilai Rp1,506 triliun kepada anak usahanya, PT Arutmin Indonesia, dalam transaksi afiliasi yang efektif berlaku sejak 26 Mei 2026.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru