EmTrust – Bursa Efek Indonesia (BEI) melayangkan surat resmi peringatan kepada PT Sarana Mitra Luas Tbk (IDX: SMIL) menyusul volatilitas transaksi yang tak wajar dan anjloknya harga saham SMIL dalam beberapa waktu terakhir.
Saham SMIL tercatat melemah 7,22% dalam sepekan ke level Rp334 per saham, dari posisi Rp360 pada 15 Desember 2025. Tekanan semakin dalam jika ditarik lebih panjang, di mana dalam sebulan terakhir SMIL ambruk hingga 32,3% dari level Rp494 pada 15 November 2025.
Kondisi tersebut membuat otoritas bursa turun tangan. BEI melalui surat bernomor S-14322/BEI.PP2/12-2025 meminta klarifikasi langsung kepada manajemen SMIL terkait penyebab volatilitas transaksi saham perseroan.
Menanggapi surat BEI tersebut, Direktur Utama SMIL, Hadi Suhermin, menyampaikan bahwa manajemen tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi harga saham maupun keputusan investasi pemodal.
“Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan,” ujar manajemen SMIL dalam keterangannya.
SMIL juga menegaskan tidak ada informasi material yang belum diungkap ke publik, tidak mengetahui adanya aktivitas khusus dari pemegang saham tertentu, serta tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat, termasuk aksi yang berpotensi berdampak pada pencatatan saham di bursa.
Bahkan, hingga saat ini, pemegang saham utama SMIL disebut tidak memiliki rencana apapun terkait kepemilikan sahamnya di perseroan.
Meski manajemen menyatakan kondisi internal aman dan terkendali, tekanan jual yang masif di pasar tetap menjadi sorotan, mengingat koreksi harga saham SMIL berlangsung cepat dan cukup dalam dalam kurun waktu singkat.


