back to top

Laba CMRY Melejit 34%! Tembus Rp2T di 2025

Emitentrust.com – PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) mencatat kinerja gemilang sepanjang 2025. Perseroan membukukan laba bersih Rp2,03 triliun, melonjak sekitar 34,4% dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp1,51 triliun.

Lonjakan laba ini sejalan dengan pertumbuhan pendapatan yang solid di tengah ekspansi bisnis produk susu dan makanan konsumen.

Hingga 31 Desember 2025, CMRY meraih pendapatan Rp10,72 triliun, naik sekitar 18,9% dari Rp9,02 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Seiring pertumbuhan penjualan, beban pokok penjualan meningkat menjadi Rp5,86 triliun dari Rp4,94 triliun. Namun demikian, laba bruto tetap melonjak menjadi Rp4,85 triliun dari Rp4,08 triliun.

Margin tetap terjaga berkat strategi efisiensi dan penguatan portofolio produk bernilai tambah.

CMRY mencatat laba usaha Rp2,26 triliun, naik sekitar 35,3% dari Rp1,67 triliun pada 2024.

Sementara itu, laba sebelum pajak tumbuh menjadi Rp2,56 triliun dari Rp1,90 triliun, mencerminkan pertumbuhan operasional yang kuat dan efisiensi biaya.

Pada akhirnya, laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp2,03 triliun, mempertegas tren pertumbuhan berkelanjutan perseroan.

Dari sisi neraca:

Total aset naik menjadi Rp8,74 triliun dari Rp8,19 triliun

Total liabilitas meningkat menjadi Rp1,95 triliun dari Rp1,43 triliun

Kenaikan liabilitas masih dalam batas wajar seiring ekspansi bisnis, sementara struktur permodalan tetap relatif solid.

Artikel Terkait

SAME Borong 90 Juta Saham JECX Harga Pasar

PT Nitrasanata Dharma Tbk. (JECX) menyampaikan bahwa PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) menambah investasi dengan melakukan serangkaian pembelian saham.

TOWR Eksekusi 25,52% Saham BACH, Kepemilikan Naik Jadi 51%

TOWR, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), kepemilikannya, PT Bach Multi Global Tbk (BACH), anak usahanya, PT Global Telekomunikasi Prima (GTP).

BEI Umumkan 37 Saham Baru Masuk Daftar HSC, Total 51 Emiten

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik, menegaskan komitmen Bursa bersama Self-Regulatory Organization (SRO), yakni KPEI dan KSEI, untuk melanjutkan reformasi pasar modal Indonesia. Salah satu langkah terbaru adalah merevisi

Populer 7 Hari

Berita Terbaru