back to top

BEI Telisik Rencana Right Issue Grup Lippo (MPPA) Rp1,2T

Emitentrust.com- PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) emiten ritel Grup Lippo memberikan penjelasan atas permintaan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait rencana Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue.

Dalam surat BEI No. S-04376/BEI.PP2/04-2026 tertanggal 20 April 2026, otoritas bursa meminta klarifikasi atas sejumlah aspek penting, mulai dari perubahan jumlah saham hingga strategi penggunaan dana.

Menanggapi hal tersebut, Corporate Secretary MPPA Mirtha Sukanto menegaskan bahwa rights issue ini ditujukan untuk menghimpun dana sekitar Rp1,2 triliun, dengan rasio HMETD sebesar 114:211.

Rasio ini dinilai sebagai kombinasi paling optimal untuk memperkuat struktur permodalan melalui peningkatan ekuitas.

Adapun jumlah saham yang ditawarkan mengalami sedikit penyesuaian, dari sebelumnya maksimal 24 miliar saham menjadi 23.999.658.401 saham, guna menyesuaikan dengan rasio HMETD.

Dana hasil rights issue akan difokuskan untuk belanja modal, khususnya pengembangan aset berupa tanah dan bangunan di Surabaya, Gresik, dan Kedung Badak.

Perseroan mengungkapkan bahwa aset tersebut akan diintegrasikan dalam konsep omni-channel retail ecosystem, yakni menggabungkan toko fisik dengan platform digital. Lokasi tersebut akan dikembangkan menjadi, E-commerce hub, Dark store dan Pick-up point pelanggan

Strategi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi logistik, mempercepat pemrosesan pesanan, serta memberikan pengalaman belanja yang lebih terintegrasi bagi konsumen.

Dalam beberapa bulan terakhir, MPPA juga aktif melakukan pengambilalihan entitas afiliasi. Langkah ini merupakan bagian dari restrukturisasi internal untuk memperkuat bisnis inti, khususnya di sektor food retail dan food service.

Dengan integrasi tersebut, Perseroan menargetkan:
Efisiensi pengadaan (procurement)
Optimalisasi rantai pasok
Peningkatan volume bisnis
Sinergi logistik antar entitas

Manajemen menilai pembelian aset properti lebih menguntungkan dibandingkan skema sewa dalam jangka panjang. Selain memberikan fleksibilitas operasional, langkah ini juga berpotensi meningkatkan nilai aset (asset appreciation).

BEI juga menyoroti potensi penurunan free float jika pemegang saham publik tidak mengeksekusi HMETD.

Manajemsn MPPA memastikan bahwa komposisi free float saat ini masih memenuhi ketentuan BEI. Ke depan, Perseroan akan menyiapkan langkah strategis guna menjaga kepatuhan terhadap aturan free float.

Sebagai penutup, MPPA menegaskan bahwa hingga saat ini tidak terdapat informasi atau kejadian material lain yang dapat mempengaruhi harga saham maupun kelangsungan usaha, selain yang telah diungkapkan.

Artikel Terkait

EMAS Putuskan Tak Bagi Dividen 2025, Ini Alasannya

PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMA) memutuskan tidak membagikan dividen untuk tahun buku 2025 dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 22 April 2026.

Bank Permata (BNLI) Catat Laba Rp920M, Naik 16,6% di Kuartal I 2026

PT Bank Permata Tbk (BNLI) hingga kuartal I-2026 mwncatatkan laba bersih sebesar Rp920,10 miliar meningkat 16,6% dibandingkan Rp788,97 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

PGJO Divestasi 99,99% Anak Usaha Bisnis Travel, Ini Alasannya

Bahtera Bumi Raya Tbk resmi melepas mayoritas kepemilikan pada entitas anaknya, PT Pigijo Travelindo Sakti, melalui aksi divestasi yang dilakukan pada 23 April 2026.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru