Emitentrust.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkap transaksi besar saham PT Hotel Fitra International Tbk (FITT) yang terjadi di Pasar Negosiasi. Tercatat, sebanyak 101,79 juta saham atau setara 7,804% saham beredar berpindah tangan.
Menanggapi hal tersebut, Direktur FITT Sukino pada Senin (26/1) menegaskan tidak terlibat dan tidak mengetahui detail transaksi, termasuk identitas penjual, pembeli, maupun tujuan transaksi tersebut.
Dijelaskan transaksi dilakukan antar pemegang saham dan tidak mengubah struktur kepemilikan, pemegang saham pengendali, maupun manajemen. Bahkan, transaksi tersebut dipastikan tidak memicu kewajiban Mandatory Tender Offer (MTO) karena tidak terjadi perubahan pengendalian.
Perlu diketahui PT Jinlong Resources Investment (JRI) yang saat ini menggenggam 79,16% saham FITT. Angka ini jauh lebih tinggi dari rencana awal pengambilalihan sebesar 48,07% yang diumumkan pada Desember 2025.
JRI menjelaskan, lonjakan kepemilikan terjadi karena sejumlah pemegang saham lain ikut menawarkan sahamnya dalam proses negosiasi, sehingga porsi kepemilikan JRI membengkak.
BEI juga menyoroti munculnya data kepemilikan saham dengan identitas “Null, WNA” dalam laporan kepemilikan saham.
Menurut klarifikasi Jinlong, hal tersebut bukan upaya penyamaran, melainkan akibat kendala teknis pada sistem pelaporan KSEI. JRI mengklaim telah melaporkan kepemilikan secara lengkap melalui Akses KSEI, namun data identitas tidak muncul di publikasi dan hingga kini belum mendapat respons tuntas dari pihak KSEI.
Di sisi lain, rencana Mandatory Tender Offer (MTO) oleh JRI masih menunggu lampu hijau dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Dokumen dan konsep keterbukaan informasi telah disampaikan sejak 17 Desember 2025, namun prosesnya masih dalam tahap evaluasi. JRI menegaskan, timeline MTO baru akan diumumkan setelah persetujuan OJK diterbitkan.
Terkait rencana perubahan strategi bisnis, manajemen mengakui pengendali baru masih berada di tahap kajian awal. Belum ada keputusan final terkait model bisnis baru, injeksi aset, maupun timeline perubahan usaha. Hingga saat ini, operasional hotel di Majalengka tetap berjalan normal seperti biasa.
Perseroan juga memastikan tidak ada rencana aksi korporasi definitif dalam 12 bulan ke depan, serta tidak terdapat informasi material lain yang berpotensi memengaruhi harga saham maupun kelangsungan usaha.
Pada perdagangan hari ini Senin (26/1) saham FITT turun 3,3 persen ke level Rp460 per saham. Dalam sepekan terakhir drop 8 persen dari harga Rp500 pada 20Januari 2026. Dalam sebulan turun 19,3 persen dari harga Rp570 pada 29 Desember 2025.


