EmitenTrust Versi penuh
Stock and Market

BEI Ubah Bobot Indeks Investor33, BBRI Kena Pangkas, BMRI Malah Naik

Oleh Komarudin 24 Aug 2026 21:59 3 menit baca

EmitenTrust.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan evaluasi minor terhadap indeks Investor33. Dalam evaluasi kali ini, tidak terdapat perubahan konstituen, tetapi terjadi penyesuaian jumlah saham untuk penghitungan indeks serta perubahan bobot sejumlah saham.

Berdasarkan Lampiran 9 Pengumuman BEI No. Peng-00160/BEI.POP/08-2026 tanggal 24 Agustus 2026, hasil evaluasi minor Investor33 berlaku mulai 1 September hingga 30 November 2026. Periode efektif jumlah saham yang digunakan dalam penghitungan indeks juga berlaku pada periode tersebut.

Sebanyak 33 saham tetap menjadi konstituen Investor33. Namun, perubahan jumlah saham indeks membuat bobot sejumlah saham mengalami kenaikan maupun penurunan.

Dua bank raksasa, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), menjadi saham dengan bobot terbesar sekaligus terkena batas maksimum 15% dalam Investor33.

Bobot BBCA turun dari 16,55% menjadi 15%, meski tetap menjadi salah satu konstituen dengan bobot terbesar. Jumlah saham untuk penghitungan indeks BBCA turun dari 28,60 miliar menjadi 24,84 miliar saham.

Hal serupa terjadi pada BBRI. Bobot saham tersebut turun dari 15,89% menjadi 15%, dengan jumlah saham untuk penghitungan indeks berkurang dari 55,98 miliar menjadi 50,63 miliar saham.

Di bawah keduanya, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) justru mencatat kenaikan bobot cukup signifikan. Bobot BMRI meningkat dari 13,33% menjadi 14,02%, seiring jumlah saham untuk penghitungan indeks naik dari 35,52 miliar menjadi 35,80 miliar saham.

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) juga mencatat kenaikan bobot dari 9,55% menjadi 9,83%. Sementara PT Astra International Tbk (ASII) naik dari 7,69% menjadi 7,96%.

BBNI juga mengalami kenaikan bobot dari 4,66% menjadi 4,83%, sedangkan BRPT naik dari 4,26% menjadi 4,48%.

Sejumlah saham lain turut mencatat kenaikan bobot setelah evaluasi. ANTM naik dari 2,38% menjadi 2,48%, AKRA dari 0,83% menjadi 0,86%, AMRT dari 2,12% menjadi 2,20%, INDF dari 2,81% menjadi 2,95%, PGAS dari 1,44% menjadi 1,50%, serta UNTR dari 2,80% menjadi 2,81%.

ICBP juga naik dari 1,58% menjadi 1,65%, INCO dari 1,02% menjadi 1,06%, KLBF dari 1,34% menjadi 1,39%, PTBA dari 0,82% menjadi 0,85%, dan UNVR dari 0,89% menjadi 0,93%.

Sementara itu, beberapa saham mengalami penurunan bobot. ADRO turun dari 1,88% menjadi 1,86%, ITMG dari 0,87% menjadi 0,86%, serta TOWR dari 0,74% menjadi 0,65%.

Meski jumlah saham untuk penghitungan indeks turun, beberapa emiten tetap mencatat kenaikan bobot karena adanya perubahan relatif dalam komposisi indeks.

Di sisi lain, BBTN menjadi salah satu saham yang mengalami peningkatan jumlah saham untuk penghitungan indeks, dari 4,86 miliar menjadi 4,88 miliar saham, dengan bobot naik dari 0,53% menjadi 0,55%. BMRI juga mengalami peningkatan jumlah saham indeks, sedangkan BRPT, ICBP, INDF, INTP, dan UNVR turut mencatat kenaikan jumlah saham indeks.

Dengan evaluasi minor tersebut, struktur Investor33 tetap mempertahankan 33 konstituen. Perubahan paling mencolok terlihat pada pembatasan bobot BBCA dan BBRI menjadi masing-masing 15%, sementara BMRI semakin mendekati batas tersebut dengan bobot 14,02%.

BEI menyatakan jumlah saham untuk penghitungan indeks akan disesuaikan pada tanggal efektif apabila terjadi aksi korporasi sebelum tanggal tersebut, seperti stock split, reverse stock, rights issue, saham bonus, dan/atau dividen saham.

Topik terkait
Bursa Efek Indonesia (BEI) indeks investor33 bobot saham Telkom BBRI