BEI Ungkap 7 Calon Emiten Baru, Sektor ini Terbanyak
EmitenTrust.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sebanyak tujuh perusahaan telah melaksanakan pencatatan saham hingga 4 September 2026. Dari aksi tersebut, dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp2,16 triliun.
Di tengah realisasi tersebut, BEI masih memiliki tujuh perusahaan yang berada dalam pipeline pencatatan saham. Hal ini menunjukkan aktivitas pasar modal melalui penawaran umum saham masih berlanjut hingga memasuki kuartal ketiga 2026.
Berdasarkan klasifikasi sektoral, perusahaan yang telah mencatatkan saham berasal dari sejumlah sektor, dengan sektor healthcare menjadi salah satu kelompok yang dominan. Komposisi lainnya berasal dari sektor energy, consumer non-cyclicals, dan industrials.
Direktur Penilaian Perusahaan di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Saidu Solihin memgungkapkan mengungkapkan klasifikasi aset perusahaan yang berada dalam pipeline berdasarkan ketentuan POJK Nomor 53/POJK.04/2017.
Terdapat dua perusahaan dengan skala aset kecil, yakni memiliki aset di bawah Rp50 miliar. Kemudian dua perusahaan masuk kategori aset skala menengah dengan aset antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar.
Sementara itu, tiga perusahaan memiliki aset skala besar, yakni dengan aset di atas Rp250 miliar.
Dari sisi sektor, pipeline tersebut mencakup sektor consumer non-cyclicals, energy, healthcare, dan industrials.
" Sektor healthcare menjadi salah satu kelompok dengan jumlah perusahaan pipeline terbanyak, yakni tiga perusahaan," kata Saidu kepada Media Minggu (6/9).
Kemudian terdapat dua perusahaan dari sektor energy dan satu perusahaan masing-masing dari consumer non-cyclicals serta industrials.
Selain pasar saham, aktivitas penghimpunan dana melalui efek bersifat utang dan sukuk (EBUS) juga mencatat nilai yang signifikan.
Hingga 4 September 2026, telah diterbitkan sebanyak 126 emisi dari 62 penerbit EBUS dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp118,06 triliun.
Sementara itu, masih terdapat 13 emisi dari sembilan penerbit EBUS yang berada dalam pipeline BEI.
Berdasarkan sektor, pipeline penerbitan EBUS tersebut tersebar pada sektor basic materials, energy, financials, dan infrastructures. Sektor financials menjadi kelompok dengan porsi terbesar sekitar 46,2%, diikuti energy 30,8%, infrastructures 15,4%, dan basic materials 7,7%.
Komposisi tersebut menunjukkan sektor keuangan masih menjadi salah satu sumber utama kebutuhan pendanaan melalui instrumen utang dan sukuk.
Dari sisi aksi korporasi, BEI mencatat sebanyak 15 perusahaan tercatat telah menerbitkan rights issue hingga 4 September 2026.
Total dana yang dihimpun melalui aksi penambahan modal tersebut mencapai Rp15,85 triliun.
Adapun saat ini masih terdapat satu perusahaan tercatat yang berada dalam pipeline rights issue BEI. Perusahaan tersebut berasal dari sektor Properties & Real Estate.
Dengan demikian, pipeline rights issue saat ini relatif terbatas dibandingkan aktivitas IPO dan penerbitan EBUS.
Dengan demikian, pipeline rights issue saat ini relatif terbatas dibandingkan aktivitas IPO dan penerbitan EBUS.
Untuk pipeline EBUS, sektor financials mencatat porsi terbesar dengan tiga penerbit, disusul energy sebanyak tiga penerbit, infrastructures dua penerbit, dan basic materials satu penerbit.