Harga Diskon! Ini Penyetor Private Placement HATM Rp320M
EmitenTrust.com - PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM) resmi melaksanakan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement pada 4 September 2026. Dalam aksi korporasi tersebut, perseroan menerbitkan 640 juta saham baru dengan harga pelaksanaan Rp500 per saham.
Dengan demikian, dana bruto yang dihimpun HATM dari aksi PMTHMETD mencapai sekitar Rp320 miliar, sebelum dikurangi biaya-biaya pelaksanaan PMTHMETD yang menjadi kewajiban perseroan.
Berdasarkan laporan hasil pelaksanaan PMTHMETD, saham baru tersebut seluruhnya disetor oleh PT Multi Sarana Nasional.
Aksi penambahan modal ini memiliki dasar pelaksanaan berdasarkan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Perseroan Nomor 17 tanggal 21 Agustus 2026 serta persetujuan pencatatan dari PT Bursa Efek Indonesia melalui surat nomor S-11229/BEI.PP3/09-2026 tertanggal 2 September 2026.
Setelah pelaksanaan PMTHMETD, jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh HATM meningkat dari 8,68 miliar saham menjadi 9,32 miliar saham. Artinya, terjadi penambahan sekitar 7,37% terhadap jumlah saham yang sebelumnya beredar.
Dari struktur kepemilikan, PT Habco Primatama tetap menjadi pemegang saham terbesar perseroan. Namun, porsinya terdilusi dari 66,34% menjadi 61,79%.
Sementara itu, PT Multi Sarana Nasional menjadi pihak yang mengalami peningkatan kepemilikan paling signifikan. Sebelum PMTHMETD, perusahaan tersebut memiliki 1,745 miliar saham atau 20,11%. Setelah menyerap seluruh saham baru, kepemilikannya meningkat menjadi 2,385 miliar saham atau 25,59%.
Dengan demikian, kepemilikan PT Multi Sarana Nasional bertambah sekitar 5,48 poin persentase, atau meningkat sekitar 27,26% secara relatif dibandingkan porsi sebelumnya.
Pemegang saham lainnya juga mengalami perubahan persentase kepemilikan akibat dilusi. Kepemilikan masyarakat turun dari 13,29% menjadi 12,38%, sedangkan Benny dan Cosmas Kiardi masing-masing turun dari sekitar 0,10% menjadi 0,09%. Hasanul Arifin Hasibuan turun dari 0,06% menjadi sekitar 0,06% secara pembulatan.
Secara keseluruhan, perseroan menegaskan bahwa pelaksanaan PMTHMETD tersebut tidak menyebabkan perubahan pemegang saham pengendali. Namun, para pemegang saham perseroan mengalami dilusi kepemilikan saham maksimal sekitar 6,87%.
Dari sisi permodalan, modal ditempatkan dan disetor penuh HATM meningkat dari Rp434 miliar menjadi Rp466 miliar berdasarkan nilai nominal Rp50 per saham.
Sementara itu, modal dasar perseroan tetap sebesar Rp1,12 triliun, yang terbagi atas 22,4 miliar saham. Setelah PMTHMETD, jumlah saham dalam portepel berkurang dari 13,72 miliar saham menjadi 13,08 miliar saham.
Adapun dana yang diperoleh dari aksi PMTHMETD, setelah dikurangi biaya-biaya yang menjadi kewajiban perseroan, akan digunakan untuk belanja modal, khususnya menambah aset berupa armada kapal, atau untuk pembayaran pinjaman bank.
Pada perdagangan Jumaat (6/9) saham HATM berada di level Rp615.