Emitentrust.com – PT Berlina Tbk. (BRNA) berencana menggelar Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD III) atau rights issue dengan menerbitkan sebanyak 543.950.000 saham baru, setara 55,56% dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan pada saat pengumuman Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).
Berdasarkan prospektus ringkas yang diterbitkan pada 3 Agustus 2026, Perseroan juga akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 181.316.667 Waran Seri I. Waran tersebut akan diberikan secara cuma-cuma kepada pemegang saham yang melaksanakan haknya dalam rights issue.
Manajemen menjelaskan aksi korporasi ini merupakan bagian dari restrukturisasi keuangan Perseroan. Dana hasil rights issue akan dimanfaatkan untuk melakukan kompensasi (set-off) atas pokok utang BRNA kepada PT Dwi Satrya Utama (DSU) melalui mekanisme penyetoran saham dalam bentuk hak tagih.
Dalam skema tersebut, DSU akan menggunakan hak tagih yang dimilikinya sebagai setoran modal untuk melaksanakan HMETD yang menjadi haknya, termasuk HMETD yang diperoleh dari pengalihan pemegang saham lain apabila ada. Selain itu, DSU juga bertindak sebagai pembeli siaga (standby buyer) yang akan menyerap sebagian sisa saham yang tidak diambil oleh pemegang saham lainnya, juga melalui mekanisme kompensasi utang.
Perseroan menilai transaksi ini akan memperkuat struktur permodalan, menurunkan liabilitas, serta meningkatkan fleksibilitas keuangan untuk mendukung kegiatan operasional dan ekspansi usaha ke depan.
Dari total dana yang dihimpun, sebesar Rp264,38 miliar akan digunakan untuk melunasi pokok utang Perseroan kepada DSU. Adapun sisa dana akan dialokasikan sebagai modal kerja, termasuk untuk pembelian bahan baku dan bahan penolong, biaya pengiriman, tenaga kerja langsung maupun tidak langsung, biaya sewa, pemeliharaan dan perbaikan, listrik, serta asuransi.
Sementara itu, dana yang diperoleh dari pelaksanaan Waran Seri I, apabila seluruhnya dieksekusi oleh pemegang waran, juga akan digunakan untuk memperkuat modal kerja Perseroan.
Rencana rights issue tersebut akan dimintakan persetujuan kepada pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 5 Agustus 2026.
Pada perdagangan hari ini Selasa (4/8) saham BRNA naik 18,03 persen ke level Rp720.


