back to top

Bidik Lonjakan EV, DRMA Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik Terintegrasi di IIMS 2026

EmTrust – PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA), emiten manufaktur komponen otomotif terkemuka, menegaskan arah pertumbuhan jangka panjangnya di sektor kendaraan listrik melalui partisipasi pada Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026. Mengusung tema Powering Green Mobility, kehadiran DRMA mencerminkan fokus Perseroan dalam menangkap peluang pertumbuhan dari akselerasi elektrifikasi kendaraan dan transisi energi berkelanjutan, yang kian menjadi pendorong utama transformasi industri otomotif nasional.

Dalam ajang tersebut, DRMA menampilkan penguatan ekosistem kendaraan listrik terintegrasi melalui pengembangan Dharma Connect (DC), unit bisnis yang dirancang sebagai ekosistem kolaboratif dan scalable. Dharma Connect terdiri dari lima segmen utama, yakni DC Battery (battery pack, battery energy storage system, dan auxiliary battery), DC Power (slow dan fast charging station), DC Motor (BLDC hub dan mid drive motor), DC Solar, serta DC Cross (konversi kendaraan listrik roda dua dan roda empat). Struktur ekosistem ini memungkinkan DRMA memperluas cakupan bisnis sekaligus meningkatkan nilai tambah di sepanjang rantai pasok kendaraan listrik.

Darmawan Widjaja, Direktur PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA), mengatakan Melalui Dharma Connect, DRMA memperkenalkan berbagai inovasi teknologi yang mendukung percepatan adopsi kendaraan listrik dan pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia.

“Strategi ini menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan berkelanjutan Perseroan, sejalan dengan meningkatnya kebutuhan pasar terhadap solusi mobilitas hijau yang terintegrasi. Dengan memperkuat posisi di ekosistem EV nasional, DRMA optimistis dapat membuka sumber pertumbuhan baru sekaligus meningkatkan daya saing jangka panjang di tengah dinamika industri otomotif global,”katanya.

Artikel Terkait

BEI Umumkan Saham Dikuasai Segelintir Investor, Ini Emitennya!

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengeluarkan pengumuman penting terkait sejumlah emiten yang memiliki kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration per 31 Maret 2026.

Bengkak 348%! PTPP Rugi Hampir Rp8T di 2025

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp7,99 triliun sepanjang 2025, membengkak sekitar 348% dibandingkan rugi Rp1,78 triliun pada 2024 (YoY).

KB Bank (BBKP) Tinggalkan Rugi Triliunan di 2025

PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) (sebelumnya Bank Bukopin) berhasil membalikkan kinerja secara signifikan sepanjang 2025 dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp66,6 miliar, berbanding terbalik dari rugi Rp6,33 triliun pada 2024,

Populer 7 Hari

Berita Terbaru