back to top

Bos BEI Buka Suara Soal Koreksi Pasar

Emitentrust.com – Pjs Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, menilai koreksi yang terjadi hingga hari ini di pasar saham domestik masih sejalan dengan pergerakan pasar global, khususnya bursa Asia.

Menurut Jeffrey, tingginya ketidakpastian pasar masih menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan indeks. Namun demikian, koreksi yang terjadi dinilai masih dalam batas wajar jika dibandingkan dengan pelemahan yang juga dialami pasar global selama libur perdagangan di Indonesia.

“Ketidakpastian di pasar kita masih cukup tinggi, tetapi kita juga melihat bahwa hari Kamis dan Jumat pasar kita libur. Di masa kita libur itu pasar global, khususnya pasar Asia juga mengalami koreksi,” ujar Jeffrey di gedung BEI Senin (18/5).

Ia menjelaskan, apabila akumulasi koreksi pasar global selama dua hari ditambah pelemahan lanjutan pada perdagangan hari ini dihitung secara keseluruhan, maka besarnya hampir setara dengan koreksi yang terjadi di pasar domestik.

“Jadi saya rasa masih in line dengan global market,” katanya.

Meski demikian, Jeffrey mengingatkan para investor agar tetap berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi di tengah kondisi pasar yang dinamis dan penuh ketidakpastian.

BEI mengimbau investor untuk tetap memperhatikan fundamental perusahaan, tidak melakukan aksi panik, serta menganalisis pasar secara cermat sebelum mengambil keputusan investasi.

Selain itu, investor juga diminta menyesuaikan strategi investasi dengan profil risiko masing-masing agar dapat menghadapi volatilitas pasar yang masih tinggi.

Artikel Terkait

IHSG Akhir Pekan Cerah! Saham-Saham Big Caps Bersinar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 131,22 poin atau 2,28% ke 5.875,78 pada akhir perdagangan Jumat (3/7/2026).

BEI Cabut Status Saham Terkonsentrasi Tinggi LUCY

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mengumumkan bahwa PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) tidak lagi masuk dalam kategori Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi (High Shareholding Concentration/HSC).

WIKA Beton (WTON) Pasok Material Proyek Pelindo Rp153M

PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) mengantongi proyek senilai Rp153 miliar untuk memasok beton pracetak dan ready mix pada pembangunan New Priok Eastern Access (NPEA) milik PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo).

Populer 7 Hari

Berita Terbaru