Bos ITMG Ungkap Sikap soal Rencana Ekspor Batu Bara Satu Pintu

Bos ITMG Ungkap Sikap soal Rencana Ekspor Batu Bara Satu Pintu
Kantor usaha ITMG
Bacakan Artikel

EmitenTrust.com - PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITM) atau ITMG masih mencermati rencana pemerintah terkait penerapan skema ekspor batu bara satu pintu melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).

Presiden Direktur ITM Mulianto mengatakan perseroan saat ini masih mengikuti perkembangan kebijakan tersebut, termasuk prosedur dan mekanisme pelaksanaannya.

Menurut dia, ITM pada prinsipnya mendukung kebijakan pemerintah yang bertujuan mengoptimalkan penerimaan negara sekaligus meningkatkan daya saing industri batu bara nasional.

“Perusahaan akan setiap saat berkomitmen untuk mendukung kewajiban pemerintah dalam mengoptimalkan pendapatan negara sekaligus juga memperkuat daya saing industri batubara nasional,” ujar Mulianto dalam paparan publik yang digelar secara daring di Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Rencana tersebut berkaitan dengan peran DSI yang mulai beroperasi pada 1 Juni 2026. Entitas tersebut tengah membangun sistem analitik untuk meningkatkan visibilitas terhadap aktivitas ekspor komoditas Indonesia.

Hingga saat ini, DSI menyebut telah memiliki visibilitas analitis terhadap sekitar 6.500 deklarasi ekspor dengan nilai lebih dari US$14 miliar atau sekitar Rp248,29 triliun. Volume komoditas yang tercakup mencapai lebih dari 90 juta ton.

Aktivitas tersebut meliputi pengiriman melalui lebih dari 50 pelabuhan muat yang tersebar di 25 provinsi dengan tujuan ekspor ke lebih dari 100 negara.

DSI juga tengah mengintegrasikan data ekspor nasional dengan referensi pasar global. Data yang dianalisis mencakup harga, volume, kualitas, klasifikasi Harmonized System (HS), kapal pengangkut hingga negara tujuan ekspor.

Dari analisis awal bersama sejumlah BUMN, DSI memperkirakan terdapat potensi optimalisasi nilai ekspor hingga US$5 miliar atau sekitar Rp88,68 triliun per tahun.

Bagi emiten batu bara seperti ITM, perkembangan kebijakan tersebut menjadi salah satu hal yang perlu dicermati, terutama terkait mekanisme ekspor dan dampaknya terhadap kegiatan operasional perusahaan ke depan.