back to top

BUMA Guyur Investasi Tambahan USD46,5 Juta ke Anak Usaha, Untuk Apa?

EmTrust – Emiten kontraktor pertambangan, PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), resmi mengumumkan peningkatan modal pada anak perusahaannya yang berbasis di Singapura, Bukit Makmur Mandiri Utama Pte. Ltd. (BUMA SG). Langkah strategis ini dilakukan untuk memperkuat struktur permodalan unit bisnis internasional tersebut.

Berdasarkan keterbukaan informasi pada Senin (26/1/2026), disebutkan bahwa Perseroan telah menyuntikkan dana sebesar USD46.500.000 atau sekitar empat puluh enam juta lima ratus ribu dolar Amerika Serikat. Transaksi ini telah tercatat secara resmi pada Accounting and Corporate Regulatory Authority (ACRA) Singapura di tanggal yang sama.

Perubahan Struktur Kepemilikan Suntikan modal ini berdampak langsung pada komposisi pemegang saham di BUMA SG. Sebelum peningkatan modal, Perseroan memiliki 55.750.000 lembar saham atau setara 97,21%.

Pasca-transaksi, porsi kepemilikan saham Perseroan di BUMA SG meningkat menjadi 102.250.000 lembar saham atau setara dengan 98,46%. Sementara itu, sisa kepemilikan sebesar 1,54% masih dipegang oleh PT BUMA Internasional Grup Tbk.

Dampak Terhadap Perseroan Manajemen BUMA menegaskan bahwa langkah korporasi ini tidak memberikan dampak negatif terhadap keberlangsungan bisnis perusahaan.

“Tidak terdapat dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha Perseroan,” tulis Samuel T.M Sinaga, Corporate Secretary & Head of Legal & Compliance BUMA, dalam keterbukaan informasi tersebut.

Artikel Terkait

IHSG Ditutup Melemah, Mayoritas Sektor Tumbang!

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 18,39 poin atau 0,26% ke 6.971,02 pada akhir perdagangan Selasa (7/4/2026).

Saham AVIA Diborong Wira Laju Rejeki Hingga Rp10,2M

Aksi akumulasi saham terjadi di emiten cat Avia Avian Tbk (AVIA). Pemegang saham Wira Laju Rejeki dilaporkan menambah kepemilikan melalui pembelian saham pada 2 April 2026.

Rajawali Kapital Borong Saham ARCI Rp1,95T Saat Harga Turun

ARCI, Archi Indonesia Tbk (ARCI), Rajawali Kapital Emas, kepemilikan saham, afiliasi, tambang emas, Tajawali grup

Populer 7 Hari

Berita Terbaru