CASH Boncos! Rugi Bengkak 166,6% di Semester I-2026

CASH Boncos! Rugi Bengkak 166,6% di Semester I-2026
Bacakan Artikel

EmitenTrust.com - PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH) membukukan rugi bersih sebesar Rp37,78 miliar pada semester I-2026. Kerugian tersebut membengkak 166,65% dibandingkan rugi bersih Rp14,17 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan keuangan interim konsolidasian yang dipulikasikan Jumat (28/8) disebutkan, rugi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp39,32 miliar, meningkat tajam dari Rp15,74 miliar pada semester I-2025. Sementara itu, laba yang menjadi bagian kepentingan nonpengendali tercatat Rp1,54 miliar.

Membengkaknya kerugian terjadi di tengah pertumbuhan pendapatan. CASH membukukan pendapatan sebesar Rp84,68 miliar sepanjang enam bulan pertama 2026, naik 44,68% dibandingkan Rp58,53 miliar pada semester I-2025.

Namun, kenaikan pendapatan tersebut diikuti lonjakan beban pokok pendapatan menjadi Rp65,56 miliar, dari Rp42,79 miliar. Dengan demikian, laba bruto perseroan naik menjadi Rp19,12 miliar dari Rp15,74 miliar.

Di sisi operasional, beban umum dan administrasi meningkat menjadi Rp33,38 miliar, dibandingkan Rp25,20 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Perseroan juga mencatat kerugian penurunan nilai piutang sebesar Rp1,88 miliar, berbalik dari pemulihan penurunan nilai piutang Rp45,31 juta pada semester I-2025.

Alhasil, CASH mencatat rugi usaha Rp16,95 miliar, lebih besar dibandingkan rugi usaha Rp10,14 miliar pada semester I-2025.

Tekanan semakin besar dari sisi keuangan. Beban keuangan perseroan melonjak menjadi Rp7,15 miliar, dari Rp4,83 miliar pada semester I-2025.

Setelah memperhitungkan pendapatan keuangan Rp371,19 juta dan beban lain-lain neto Rp805,08 juta, CASH mencatat rugi sebelum pajak sebesar Rp24,53 miliar, membengkak dari Rp15,13 miliar.

Beban pajak penghasilan juga berubah signifikan. Perseroan mencatat beban pajak penghasilan sebesar Rp13,25 miliar, berbalik dari manfaat pajak Rp957,41 juta pada semester I-2025. Beban tersebut terutama berasal dari pajak tangguhan sebesar Rp12,25 miliar.

Setelah seluruh beban diperhitungkan, rugi tahun berjalan mencapai Rp37,78 miliar.

Sementara itu, rugi komprehensif tahun berjalan tercatat Rp37,16 miliar, dibandingkan Rp14,10 miliar pada semester I-2025.

Rugi per saham dasar dan dilusian CASH juga meningkat menjadi Rp27,47 per saham, dibandingkan rugi Rp11 per saham pada semester I-2025.

Kondisi neraca CASH juga menunjukkan tekanan yang cukup besar. Per 30 Juni 2026, total aset perseroan tercatat Rp192,87 miliar, turun dari Rp209,15 miliar pada akhir 2025.

Aset lancar turun menjadi Rp105,61 miliar dari Rp117,84 miliar. Salah satu perubahan terbesar terjadi pada kas dan setara kas yang turun menjadi Rp24,21 miliar, dari Rp71,90 miliar pada akhir 2025.

Di sisi lain, piutang usaha meningkat menjadi Rp44,79 miliar dari Rp25,07 miliar. Persediaan justru turun menjadi Rp9,39 miliar dari Rp16,81 miliar.

Liabilitas perseroan meningkat menjadi Rp230,49 miliar, dibandingkan Rp209,60 miliar pada akhir 2025.

Liabilitas jangka pendek tercatat Rp105,57 miliar, sedangkan liabilitas jangka panjang mencapai Rp124,91 miliar, naik signifikan dari Rp92,96 miliar.

Kenaikan liabilitas jangka panjang antara lain berasal dari utang lain-lain yang mencapai Rp116,38 miliar, naik dari Rp91,48 miliar. Selain itu, liabilitas sewa jangka panjang melonjak menjadi Rp6,56 miliar dari Rp156,95 juta.

Kondisi tersebut membuat CASH mengalami defisiensi modal Rp37,61 miliar per 30 Juni 2026, semakin dalam dibandingkan defisiensi modal Rp449,52 juta pada akhir 2025.

Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat negatif Rp51,24 miliar, dibandingkan negatif Rp12,48 miliar pada akhir 2025.

Defisit perseroan juga membengkak menjadi Rp209,69 miliar, dari Rp170,37 miliar.

Tekanan CASH juga terlihat dari arus kas. Kas neto yang digunakan untuk aktivitas operasi sepanjang semester I-2026 mencapai Rp63,42 miliar, melonjak dibandingkan Rp11,76 miliar pada semester I-2025.

Penerimaan dari pelanggan tercatat Rp51,71 miliar, sementara pembayaran kepada pemasok mencapai Rp74,04 miliar. Pembayaran kepada karyawan mencapai Rp21,30 miliar dan pembayaran beban usaha Rp18,68 miliar.

Untuk aktivitas investasi, CASH menggunakan kas neto sebesar Rp2,83 miliar, terutama untuk perolehan aset takberwujud Rp1,17 miliar dan aset tetap Rp1,80 miliar.

Sementara itu, aktivitas pendanaan memberikan kas neto Rp18,44 miliar. Perseroan memperoleh pinjaman dari pihak berelasi sebesar Rp19,90 miliar serta menerima utang bank Rp30 miliar, namun pada saat yang sama membayar utang bank Rp30 miliar.

Alhasil, kas dan setara kas mengalami penurunan bersih Rp47,81 miliar selama semester I-2026.

Kas dan setara kas pada akhir periode tercatat Rp21,29 miliar setelah memperhitungkan cerukan, sedangkan posisi kas dan setara kas sebelum cerukan sebesar Rp24,21 miliar.