back to top

CNMA Parkir Dana IPO Rp121,9M di Bank Mandiri

Emitentrust.com- PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA), emiten pengelola jaringan bioskop dan restoran, mengungkapkan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) hingga 31 Desember 2025. Dana IPO telah terserap untuk ekspansi dan pelunasan kewajiban.

Direktur CNMA, Tri Rudy Anitio, dalam keterbukaan informasi tertanggal Jumat (9/1) menyampaikan bahwa perseroan meraih dana IPO sebesar Rp2,25 triliun yang efektif pada 25 Juli 2023. Setelah dikurangi biaya emisi sebesar Rp77,7 miliar, CNMA mengantongi dana bersih IPO senilai Rp2,17 triliun.

Dari jumlah tersebut, dana IPO paling besar dialokasikan untuk ekspansi usaha dengan nilai mencapai Rp1,23 triliun. Selain itu, CNMA juga menggunakan dana sebesar Rp500 miliar untuk pelunasan pokok utang, serta Rp320 miliar untuk kebutuhan modal kerja.

Dengan realisasi tersebut, total dana IPO yang telah digunakan CNMA mencapai Rp2,05 triliun atau sekitar 94% dari dana bersih yang diperoleh. Artinya, ruang dana IPO yang tersisa kini semakin terbatas.

Adapun sisa dana IPO sebesar Rp121,9 miliar saat ini masih disimpan dalam bentuk giro di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan tingkat bunga sebesar 4,25%.

Manajemen menegaskan bahwa penggunaan dana IPO tersebut telah sesuai dengan rencana yang tercantum dalam prospektus.

Artikel Terkait

Direktur Emiten Hapsoro (BUVA) Belanja Saham di Harga Rp700

Direktur PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA), Satrio, menambah kepemilikan sahamnya di perseroan melalui transaksi pembelian saham yang dilakukan pada 25 Mei 2026.

Centratama Telekomunikasi (CENT) Setuju 100% Tak Ada Dividen

PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk (CENT) memutuskan untuk tidak membagikan dividen tunai kepada pemegang saham untuk tahun buku 2025. Keputusan tersebut disetujui secara bulat dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)

Grup Bakrie (BUMI) Suntik Dana Rp1,5T ke Arutmin

PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) resmi menyalurkan fasilitas pinjaman senilai Rp1,506 triliun kepada anak usahanya, PT Arutmin Indonesia, dalam transaksi afiliasi yang efektif berlaku sejak 26 Mei 2026.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru