Cucu Pendiri Grup Bakrie Angkut Lagi Saham BRMS Harga Rp670

Cucu Pendiri Grup Bakrie Angkut Lagi Saham BRMS Harga Rp670
Manajemen BRMS pada Senin (28/9) menyebut, transaksi dilakukan dengan harga Rp670 per saham. Dengan demikian, nilai pembelian terbaru tersebut mencapai sekitar Rp249,51 juta.
Bacakan Artikel

EmitenTrusT.com - Adika Aryasthana Bakrie kembali menambah kepemilikannya di PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS). Direktur BRMS tersebut membeli 372.400 saham perseroan pada 25 September 2026.

Manajemen BRMS pada Senin (28/9) menyebut, transaksi dilakukan dengan harga Rp670 per saham. Dengan demikian, nilai pembelian terbaru tersebut mencapai sekitar Rp249,51 juta.

Setelah transaksi, kepemilikan Adika di BRMS meningkat menjadi 1.122.900 saham, dari sebelumnya 750.500 saham. Transaksi dilakukan untuk tujuan investasi dengan status kepemilikan saham secara langsung.

Aksi tersebut bukan kali pertama Adika menambah saham BRMS pada September ini. Sebelumnya, pada 22 September 2026, ia juga membeli sebanyak 750.500 saham BRMS di harga Rp665 per saham.

Transaksi sebelumnya bernilai sekitar Rp499,08 juta. Jika digabungkan, dua kali pembelian tersebut mencapai 1.122.900 saham dengan total nilai sekitar Rp748,59 juta.

Menariknya, aksi pembelian tersebut dilakukan ketika harga saham BRMS justru berada dalam tekanan. Pada perdagangan Senin (28/9/2026), saham BRMS ditutup turun 6,06% ke level Rp620 per saham.

Dengan demikian, harga penutupan BRMS berada di bawah harga pembelian Adika dalam dua transaksi tersebut, yakni Rp665 dan Rp670 per saham.

Adika Aryasthana Bakrie merupakan bagian dari keluarga Bakrie generasi ketiga dan tercatat aktif dalam jajaran manajemen sejumlah perusahaan Grup Bakrie. Ia merupakan cucu dari Achmad Bakrie, pendiri Grup Bakrie.

Adika Aryasthana Bakrie (atau sering dikenal sebagai Arya Bakrie) adalah putra dari Nirwan Dermawan Bakrie putra ketiga dari Achmad Bakrie

Achmad Bakrie mendirikan cikal bakal kelompok usaha Bakrie pada 1942 di Teluk Betung, Lampung. Kelompok usaha tersebut kemudian berkembang dan pada 1952 berbadan hukum sebagai PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) di Jakarta.

Keluarga Bakrie kemudian melanjutkan dan mengembangkan kelompok usaha tersebut melalui sejumlah generasi, termasuk Aburizal Bakrie serta generasi penerus lainnya.