back to top

DATA Sebut Dana IPO Tinggal Rp1,88M di BCA

Emitentrust.com – PT Remala Abadi Tbk. (DATA), emiten penyedia layanan Internet Service Provider (ISP), konsultasi teknologi informasi, serta jaringan tetap berbasis kabel dan nirkabel, telah merealisasikan sebagian besar dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) hingga 30 Juni 2026.

Direktur Utama DATA, Agus Setiono, dalam keterangannya, Kamis (9/7/2026), menyampaikan bahwa Perseroan memperoleh pernyataan efektif IPO pada 7 Mei 2024 dengan dana bruto sebesar Rp51,7 miliar. Setelah dikurangi biaya emisi sebesar Rp3 miliar, Perseroan mengantongi dana bersih IPO sebesar Rp48,69 miliar.

Hingga akhir Juni 2026, DATA telah merealisasikan penggunaan dana IPO sebesar Rp46,85 miliar atau sekitar 96,4% dari total dana bersih. Dana tersebut digunakan untuk mengambil alih saham PT Fiber Media Indonesia senilai Rp19,97 miliar, pembelian tiang jaringan fiber optik sebesar Rp6,22 miliar, serta pembelian kabel fiber optik senilai Rp2,76 miliar.

Selain itu, Perseroan juga mengalokasikan dana untuk pembelian dua aset tetap berupa tanah dan bangunan senilai Rp976,6 juta, pembayaran pembelian perangkat Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM) sebesar Rp15,9 miliar, serta pembelian perangkat Optical Network Terminal (ONT) senilai Rp919,7 juta.

Dengan realisasi tersebut, DATA masih memiliki sisa dana IPO sebesar Rp1,88 miliar yang ditempatkan di PT Bank Central Asia Tbk (BCA) sambil menunggu penggunaan lebih lanjut sesuai rencana Perseroan.

Pada perdagangan hari ini Jumat (10/7) saham DATA naik 13,46 persen ke level Rp2.360 per lembar.

Artikel Terkait

UNTR Gelontorkan Rp6,8M, Eksplorasi Tambang di Sulawesi

PT United Tractors Tbk. (UNTR) melaporkan realisasi biaya aktivitas eksplorasi sebesar Rp6,80 miliar hingga April 2026.

Pefindo Ungkap Jatuh Tempo Obligasi IATA Rp199M

PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) menegaskan peringkat idA- untuk PT Karya Pacific Energy Tbk (IATA), sekaligus mempertahankan peringkat idA-(sy) bagi Sukuk Wakalah Berkelanjutan I. PEFINDO juga menetapkan prospek stabil bagi Perseroan.

IHSG Menguat di Sesi I, Delapan Sektor Pemicunya

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan tren penguatan pada perdagangan sesi I, Jumat (10/7/2026), seiring reli yang terjadi di mayoritas bursa saham Asia. IHSG naik 6,03 poin atau 0,10% ke level 5.918,47.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru