back to top

Didorong Kenaikan Penjualan, KKES Berhasil Berbalik Laba

Emitentrust.com – PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk (BEI: KKES), salah satu perusahaan distribusi bahan kimia dan bahan baku industri terkemuka di Indonesia, optimistis dapat melanjutkan tren pertumbuhan pada 2026. Entitas anak CSA Group tersebut membukukan pertumbuhan penjualan sebesar 8,2% dan berhasil mencatatkan laba bersih positif pada triwulan pertama tahun ini, berbalik dari posisi rugi pada periode yang sama tahun lalu.

Perseroan pada triwulan I 2026 membukukan penjualan sebesar Rp51,64 miliar, meningkat 8,2% dibandingkan Rp47,73 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan penjualan tersebut didukung oleh kontribusi yang merata dari berbagai segmen usaha, mencerminkan diversifikasi portofolio bisnis yang kuat serta jangkauan pasar yang luas.

Segmen Paint, Coating, Ink, Thinner, Plastic & Resin menjadi kontributor terbesar dengan porsi 39,3% dari total penjualan, diikuti segmen Adhesive, Textile, Rubber, Foam & Sole sebesar 31,2%. Sementara itu, segmen Food & Drink berkontribusi sebesar 11,4%, dengan segmen lainnya turut memberikan kontribusi yang memperkuat struktur pendapatan Perseroan.

“Pertumbuhan penjualan tersebut menunjukkan aktivitas industri domestik yang terus membaik. Seiring meningkatnya tingkat produksi pelanggan di berbagai sektor, permintaan terhadap bahan baku yang kami distribusikan juga mengalami peningkatan sehingga memberikan dampak positif terhadap kinerja Perseroan,”ujar Direktur Utama PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk, Drs. Kiki Rusmin Sadrach.

Pertumbuhan pendapatan yang diiringi dengan keberhasilan Perseroan dalam mengendalikan beban usaha turut mendorong peningkatan profitabilitas. Laba bruto tercatat meningkat 11,8% menjadi Rp7,40 miliar, sementara laba bersih berbalik positif dari rugi Rp1,42 miliar pada triwulan I 2025 menjadi laba sebesar Rp44 juta pada triwulan I 2026.

Per 31 Maret 2026, total aset Perseroan tumbuh 6,4% secara year-to-date menjadi Rp138,09 miliar dibandingkan Rp129,78 miliar pada akhir 2025. Peningkatan tersebut terutama ditopang oleh kenaikan piutang usaha dan persediaan yang mencerminkan bertumbuhnya aktivitas penjualan serta kebutuhan modal kerja untuk mendukung ekspansi bisnis.

Direktur Utama PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk, Drs. Kiki Rusmin Sadrach, dalam paparan publik menambahkan, “Berdasarkan realisasi kinerja hingga Mei 2026, Perseroan telah mencapai 107% dari target penjualan dan 156% dari target laba bersih yang ditetapkan untuk periode year-to-date Mei 2026. Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa strategi yang kami jalankan berada pada jalur yang tepat serta memperkuat keyakinan manajemen untuk mencapai target kinerja tahun 2026.”

“Ada kabar baik per-tanggal 1 Mei 2026, Perseroan ditunjuk sebagai distributor Tunggal oleh BASF untuk produk Asam Format di wilayah pulau Jawa dan sekitarnya yang mempunyai pangsa pasar terbesar. Seperti kita ketahui BASF adalah salah satu produsen kimia terbesar di dunia asal Jerman,” tambahnya.

Di tengah berbagai dinamika global dan domestik, termasuk perkembangan geopolitik, fluktuasi nilai tukar, serta perubahan kondisi pasar, Perseroan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan strategi bisnis. Perseroan akan terus memperkuat penetrasi pasar, menjaga efisiensi operasional, serta mengoptimalkan peluang pertumbuhan di berbagai segmen industri. Pertumbuhan aset dan terjaganya posisi ekuitas mencerminkan fundamental yang semakin kuat, sehingga memberikan landasan yang solid untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan.

Artikel Terkait

Waskita Beton (WSBP) Rampungkan Konversi Utang Rp9,08M

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) kembali melaksanakan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) Tahap VI dengan menerbitkan 178.685.260 saham baru.

IHSG Anjlok di Sesi I, Sempat Jebol Level 6.000

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan pada perdagangan sesi pertama Rabu (24/6/2026). Hingga penutupan sesi I, IHSG anjlok 99,13 poin atau 1,62% ke level 6.002,20, mendekati level psikologis 6.000.

Transaksi Jumbo Rp18,27T di ARCI, Pengendali Bergeser!

PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) emiten tambang emas Grup Rajawali mencatat transaksi afiliasi bernilai jumbo mencapai Rp18,27 triliun melalui pengalihan 16,61 miliar saham

Populer 7 Hari

Berita Terbaru