back to top

Dirikan Anak Usaha Baru, MYOH Ekspansi ke Bidang Konstruksi dan Real Estat

EmTrust – Emiten jasa pertambangan terintegrasi, PT Samindo Resources Tbk (Perseroan), resmi mengumumkan ekspansi bisnis melalui pendirian anak usaha baru bernama PT Sentra Terra Indonesia (STI). Langkah strategis ini menandai upaya Perseroan dalam mendiversifikasi portofolio bisnisnya di luar sektor inti.

Berdasarkan keterbukaan informasi disebutkan, pendirian STI dilakukan pada 23 Januari 2026 bersama dengan PT Trasindo Murni Perkasa (TMP). Entitas baru ini telah mendapatkan pengesahan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia pada tanggal yang sama.

Struktur Kepemilikan dan Modal PT Sentra Terra Indonesia didirikan dengan modal ditempatkan dan disetor penuh sebesar Rp270 miliar. Dalam struktur kepemilikannya, PT Samindo Resources Tbk memegang kendali mayoritas mutlak sebesar 99,9% atau setara dengan nilai nominal Rp269,73 miliar. Sementara itu, PT Trasindo Murni Perkasa memegang porsi kepemilikan minoritas sebesar 0,1% atau senilai Rp270 juta.

Fokus Bidang Usaha dan Dampak Bisnis STI diproyeksikan untuk bergerak di berbagai sektor strategis, meliputi real estat, konstruksi, penyediaan makanan dan minuman, serta aktivitas penunjang lainnya. Manajemen menilai kehadiran STI akan memberikan dampak positif bagi kelangsungan usaha grup melalui diversifikasi di bidang properti.

“Pendirian STI akan memberikan dampak positif bagi perkembangan bisnis Perseroan, khususnya dalam diversifikasi usaha. Laporan keuangan STI nantinya akan dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan Perseroan,” ungkap manajemen dalam keterangan tertulisnya yang ditandatangani Sekretaris Perusahaan, Ahmad Zaki Natsir.

Artikel Terkait

BEI Umumkan Saham Dikuasai Segelintir Investor, Ini Emitennya!

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengeluarkan pengumuman penting terkait sejumlah emiten yang memiliki kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration per 31 Maret 2026.

Bengkak 348%! PTPP Rugi Hampir Rp8T di 2025

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp7,99 triliun sepanjang 2025, membengkak sekitar 348% dibandingkan rugi Rp1,78 triliun pada 2024 (YoY).

KB Bank (BBKP) Tinggalkan Rugi Triliunan di 2025

PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) (sebelumnya Bank Bukopin) berhasil membalikkan kinerja secara signifikan sepanjang 2025 dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp66,6 miliar, berbanding terbalik dari rugi Rp6,33 triliun pada 2024,

Populer 7 Hari

Berita Terbaru