back to top

Laba Medco Energi (MEDC) Ambles 72,5% di 2025, Ini Pemicunya

Emitentrust.com – PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) sepanjang 2025 mencatat laba bersih sebesar US$100,92 juta setara Rp1,68 triliun atau anjlok 72,5% dibandingkan sebelumnya sebesar US$367,35 juta atau sekitar Rp5,92 triliun.

Mengutip laporan keuangan perseroan, emiten kongsi Keluarga Panigoro dan Grup Salim itu mencatat pendapatan sebesar US$2,39 miliar pada 2025, relatif stagnan dari capaian tahun sebelumnya.

Sementara itu, jumlah beban pokok pendapatan dan biaya langsung lainnya mencapai US$1,45 miliar.

Beban itu berasal dari pos penyusutan, deplesi dan amortisasi mencapai US$547,5 juta, biaya produksi dan lifting sebesar US$470,48 juta dan biaya pembelian minyak mentah sebesar US$303,97 juta.

Hanya saja, pendapatan MEDC sepanjang 2025 belakangan ditekan kerugian penurunan nilai aset yang signifikan sebesar US$128,78 juta atau sekitar Rp2,14 triliun.

Kerugian penurunan nilai aset itu naik sekitar 3 kali lipat dari posisi kerugian impairment tahun sebelumnya sekitar US$29,45 juta.

Mengutip siaran pers MEDC, Kamis (2/4/2026), tekanan pada laba itu juga disebabkan karena kontribusi yang lebih rendah dari PT Amman Mineral Tbk (AMMN), biaya pengeboran dry hole di PSC Beluga dan melemahnya harga komoditas tahun lalu.

Di sisi lain, utang konsolidasi sampai akhir 2025 menjadi US$3,64 miliar, terutama untuk pembelian FPSO Marlin Natuna untuk memastikan keberlanjutan produksi di Lapangan Forel (South Natuna Sea Block B), serta pembiayaan proyek pengembangan pembangkit energi terbarukan dan pembangkit listrik berbasis gas.

Konsekuensinya, rasio utang bersih terhadap EBITDA untuk segmen migas menjadi 2 kali, dibandingkan dengan rasio tahun sebelumnya sebesar 1,8 kali.

Sementara itu, likuiditas relatif kuat dengan posisi kas sebesar US$633 juta pada akhir 2025, dibandingkan US$697 pada 2024.

“Kami berkomitmen untuk memberikan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan, dengan target produksi migas dan penjualan listrik yang kembali mecatatkan rekor baru bagi Medco,” kata Direktur Utama MEDC Hilmi Panigoro lewat siaran pers Kamis (2/4).

Artikel Terkait

BEI Rilis Daftar 48 Saham Konsentrasi Tinggi (HSC)

PT Bursa Efek Indonesia menambah jumlah emiten yang masuk kategori Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi (High Shareholding Concentration/HSC) menjadi 48 saham berdasarkan evaluasi struktur kepemilikan per 30 Juni

SAME Borong 90 Juta Saham JECX Harga Pasar

PT Nitrasanata Dharma Tbk. (JECX) menyampaikan bahwa PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) menambah investasi dengan melakukan serangkaian pembelian saham.

TOWR Eksekusi 25,52% Saham BACH, Kepemilikan Naik Jadi 51%

TOWR, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), kepemilikannya, PT Bach Multi Global Tbk (BACH), anak usahanya, PT Global Telekomunikasi Prima (GTP).

Populer 7 Hari

Berita Terbaru