Disorot BEI, Telkom (TLKM) Beber Rencana Pemegang Saham Terbesar

Disorot BEI, Telkom (TLKM) Beber Rencana Pemegang Saham Terbesar
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mengungkapkan pemegang saham Seri B terbesar perseroan tengah mengkaji langkah yang tepat untuk mengoptimalkan penciptaan nilai (value creation) di tengah dinamika pasar saat ini.
Bacakan Artikel

EmitenTrust.com - - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mengungkapkan pemegang saham Seri B terbesar perseroan tengah mengkaji langkah yang tepat untuk mengoptimalkan penciptaan nilai (value creation) di tengah dinamika pasar saat ini.

Hal tersebut disampaikan manajemen Telkom dalam tanggapan atas permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi saham TLKM melalui surat nomor S-13269/BEI.PP2/10-2026.

Dalam keterbukaan informasi tersebut, Telkom menyatakan pemegang saham Seri B terbesar memahami dinamika kondisi pasar dan sedang mempertimbangkan langkah optimal dengan tetap memperhatikan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) serta kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.

Meski demikian, Telkom tidak merinci bentuk langkah yang sedang dikaji maupun waktu pelaksanaannya.

Menanggapi pertanyaan BEI mengenai rencana aksi korporasi dalam tiga bulan mendatang, Telkom menyatakan telah memiliki program pembelian kembali saham atau buyback yang berlangsung sejak 9 Juni 2026 hingga 8 Juni 2027.

Program tersebut sebelumnya telah diumumkan melalui keterbukaan informasi pada 1 Mei 2026 dan memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 pada 8 Juni 2026.

Pelaksanaan buyback mempertimbangkan kondisi pasar, kondisi keuangan perseroan, serta ketentuan yang berlaku. Di luar aksi korporasi yang telah diumumkan kepada publik, Telkom menyatakan tidak memiliki rencana aksi korporasi lain dalam tiga bulan mendatang yang berdampak terhadap pencatatan saham di bursa.

Telkom juga mengungkapkan tengah menjalankan penataan dan penyederhanaan struktur anak perusahaan atau streamlining. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan portofolio usaha, sejalan dengan aspirasi pemegang saham.

Inisiatif penataan tersebut secara keseluruhan ditargetkan selesai pada 2026, dengan tetap memperhatikan tata kelola perusahaan, prosedur korporasi, serta ketentuan perundang-undangan.

Di sisi lain, manajemen menyatakan hingga tanggal penyampaian tanggapan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material lain yang belum diungkapkan kepada publik dan dapat memengaruhi harga saham maupun kelangsungan usaha perseroan.

Telkom juga menyampaikan rencana publikasi laporan keuangan untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2026 pada akhir Oktober 2026.

Dalam tanggapannya kepada BEI, Telkom turut menyatakan belum memperoleh informasi atau tidak mengetahui adanya aktivitas perubahan kepemilikan saham dari pemegang saham tertentu.

Perseroan juga menegaskan tidak mengetahui adanya informasi material lain di luar informasi yang telah dipublikasikan yang dapat memengaruhi nilai saham maupun keputusan investasi pemodal.

Sebagai informasi, pada perdagangan Kamis (22/10) saham TLKM naik 3,7 persen ke level Rp2.200. Dalam sepekan naik 15,79 persen dari harga Rp1.900 pada 16 Oktober 2026.