back to top

Disorot BEI Terbang Ratusan Persen, MDIA Langsung Ambles

Emitentrust.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan bahwa pihaknya tengah memantau pergerakan Saham PT Intermedia Capital Tbk. (MDIA) emiten media televisi grup Bakrie terkait peningkatan harga di luar kebiasaan (Unusual Market Activity).

Pasca pengumuman UMA saham MDIA turun3,55 persen ke level 216. Dalam sepekan terbang 59,21 persen. Dalam sebulan melonjak 112,2 persen. Dalam 6 bulan melesat 263 persen dari harga di FCA Rp33 pada 21 Oktober 2025.

Informasi terakhir mengenai Perusahaan Tercatat adalah informasi tanggal 10 April 2026 yang dipublikasikan melalui website PT Bursa Efek Indonesia (Bursa) perihal laporan kepemilikan atau setiap perubahan kepemilikan saham perusahaan terbuka.

Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity atas saham tersebut maka perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini. Oleh karena itu para Investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban Perusahaan Tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa dan mencermati kinerja Perusahaan Tercatat dan keterbukaan informasinya.

Selain itu, investor juga disarankan untuk mengkaji kembali corporate action perusahaan tercatat apabila belum mendapat persetujuan RUPS.

“BEI juga menyarankan investor untuk mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan investasi,” tulis pengumuman BEI Senin (21/4)

Artikel Terkait

Rugi Masih Membayangi! TGRA Absen Bagi Dividen

PT Terregra Asia Energy Tbk (TGRA) memutuskan tidak membagikan dividen kepada pemegang saham dari kinerja tahun buku 2025, seiring perseroan yang masih mencatatkan kerugian.

Dividen AUTO Rp170 per Saham, Cek Jadwal Cum Date

PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) resmi mengumumkan pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025 sebesar Rp170 per saham, dengan total nilai mencapai Rp819,35 miliar.

Rugi RUNS Bengkak 137% di 2025, Pendapatan Turun, Beban Naik

PT Global Sukses Solusi Tbk (RUNS) mencatat rugi bersih sebesar Rp7,59 miliar sepanjang 2025, melonjak tajam 137,9% dibandingkan rugi Rp3,19 miliar pada tahun sebelumnya.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru