back to top

DMAS Bidik Rp2,08T di 2026, Data Center Jadi Motor Utama

Emitentrust.com- Pengembang kawasan modern terpadu Kota Deltamas, PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS), menargetkan prapenjualan (pre-sales) sebesar Rp2,08 triliun pada tahun 2026.

Direktur dan Sekretaris Perseroan, Tondy Suwanto, menyampaikan bahwa Perseroan akan terus melanjutkan pembangunan kawasan Kota Deltamas guna mewujudkan kawasan terpadu modern yang ramah lingkungan dan menjadi pusat aktivitas serta konsep one-stop living city di area timur Jakarta.

“Target prapenjualan Rp2,08 triliun untuk tahun 2026 merupakan cerminan optimisme seiring dengan pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Tondy.

Prapenjualan lahan industri diproyeksikan tetap menjadi kontributor utama dalam pencapaian target tersebut. Selain sektor industri, DMAS juga mengandalkan penjualan produk komersial dan hunian di kawasan Kota Deltamas.

Memasuki awal 2026, permintaan lahan industri masih menunjukkan tren positif. Tondy mengungkapkan bahwa saat ini terdapat pipeline permintaan lahan industri sekitar 75 hektare, dengan lebih dari 70% berasal dari industri data center.

Hal ini menegaskan posisi Kota Deltamas sebagai salah satu destinasi strategis bagi ekspansi pusat data di Indonesia, seiring pesatnya pertumbuhan ekonomi digital.

Manajemen menilai prospek pertumbuhan ekonomi nasional 2026 yang stabil, peningkatan konsumsi domestik, serta dukungan pemerintah terhadap sektor industri menjadi faktor pendorong optimisme Perseroan.

Dengan fundamental tersebut, DMAS berkomitmen terus mengembangkan kawasan industri, komersial, dan hunian secara terintegrasi guna memperkuat daya saing Kota Deltamas sebagai pusat pertumbuhan baru di timur Jakarta.

“Perseroan optimis mencapai target prapenjualan tahun 2026 sebesar Rp2,08 triliun,” tutup Tondy.

Artikel Terkait

IHSG Tutup Akhir Pekan Bergairah! KLBF dan TLKM Pimpin LQ45

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan akhir pekan, Jumat (17/7/2026), di zona hijau. IHSG menguat 67,32 poin atau 1,10% ke level 6.175,53, didorong penguatan mayoritas sektor serta aksi beli pada sejumlah saham berkapitalisasi besar.

MSCI Ubah Aturan Saham Extreme Price Increase, Berlaku Mulai Review Agustus 2026

Penyedia indeks global MSCI Inc. mengumumkan perubahan metodologi penyaringan saham yang mengalami Extreme Price Increase (EPI).

KREN Kantongi Restu Buyback Saham Rp50M

PT Quantum Clovera Investama Tbk. (KREN) memperoleh persetujuan pemegang saham untuk melaksanakan pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai maksimal Rp50 miliar.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru