back to top

Dua Direktur Bank Jatim (BJTM) Kompak Serok Saham Jelang Cum Dividen

Emitentrust.com – Dua direksi PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) kompak menambah kepemilikan saham perseroan melalui transaksi pembelian di pasar pada 18 Mei 2026.

Berdasarkan laporan kepemilikan saham tertanggal 19 Mei 2026 disebutkan bahwa, Direktur BJTM, R Arief Wicaksono, membeli sebanyak 860 ribu saham BJTM dengan harga Rp580 per saham.

Dengan transaksi tersebut, kepemilikan saham R Arief Wicaksono meningkat dari 1,85 juta saham atau setara 0,012% menjadi 2,71 juta saham atau sekitar 0,014%.

Nilai transaksi pembelian saham yang dilakukan R Arief Wicaksono mencapai sekitar Rp498,8 juta.

Sementara itu, Direktur BJTM lainnya, Arif Suhirman, juga melakukan aksi pembelian saham dalam dua transaksi berbeda.

Arif Suhirman membeli sebanyak 840 ribu saham pada harga Rp585 per saham dan 847.500 saham pada harga Rp590 per saham.

Setelah transaksi tersebut, kepemilikan saham Arif Suhirman meningkat dari 3,64 juta saham atau setara 0,0243% menjadi 5,33 juta saham atau sekitar 0,0355%.

Total nilai transaksi pembelian saham yang dilakukan Arif Suhirman mencapai sekitar Rp1,01 miliar.

Secara keseluruhan, total transaksi pembelian saham BJTM oleh dua direksi tersebut mencapai sekitar Rp1,51 miliar.

Seluruh transaksi dilakukan dengan tujuan investasi dan berstatus kepemilikan tidak langsung

Seperti diketahui, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) atau Bank Jatim resmi mengumumkan pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025 dengan total nilai mencapai Rp850,17 miliar. Keputusan pembagian dividen tersebut telah disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 6 Mei 2026.

Setiap pemegang saham akan memperoleh dividen sebesar Rp56,62 per saham.

Untuk jadwal pembagian dividen, cum dividen di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 18 Mei 2026, sedangkan ex dividen pada 19 Mei 2026. Sementara itu, cum dividen pasar tunai berlangsung pada 20 Mei 2026 dan ex dividen pasar tunai pada 21 Mei 2026.

Investor yang berhak menerima dividen adalah pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 20 Mei 2026 pukul 16.00 WIB. Adapun pembayaran dividen dijadwalkan dilakukan pada 5 Juni 2026.

Artikel Terkait

IHSG Akhir Pekan Cerah! Saham-Saham Big Caps Bersinar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 131,22 poin atau 2,28% ke 5.875,78 pada akhir perdagangan Jumat (3/7/2026).

BEI Cabut Status Saham Terkonsentrasi Tinggi LUCY

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mengumumkan bahwa PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) tidak lagi masuk dalam kategori Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi (High Shareholding Concentration/HSC).

WIKA Beton (WTON) Pasok Material Proyek Pelindo Rp153M

PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) mengantongi proyek senilai Rp153 miliar untuk memasok beton pracetak dan ready mix pada pembangunan New Priok Eastern Access (NPEA) milik PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo).

Populer 7 Hari

Berita Terbaru