back to top

Rosan Ungkap Saham Bank RI Murah, PBV di Bawah 1 Kali

Emitentrust.com – Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menilai saham-saham sektor perbankan di Bursa Efek Indonesia (BEI) saat ini masih berada pada level undervalued atau di bawah harga wajarnya.

Menurut Rosan, hal tersebut tercermin dari rasio Price to Book Value (PBV) sejumlah saham perbankan yang masih berada di bawah 1 kali. Padahal dalam kondisi normal, valuasi sektor perbankan bisa diperdagangkan di level 2 hingga 3 kali PBV.

“Apalagi kalau kita lihat perbankan, dari Price to Book-nya itu below 1, di bawah 1, dimana kalau keadaan normal itu above 2, above 3. Jadi definitely there’s potential upside,” ujar Rosan dalam konferensi pers di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa.

Rosan menegaskan bahwa volatilitas di pasar saham merupakan hal yang normal. Meski demikian, ia menilai fundamental emiten-emiten di pasar modal Indonesia masih kuat dan menawarkan potensi imbal hasil yang menarik.

“Kalau kita lihat dari fundamental perusahaan, ini baik, mempunyai yield yang tinggi, pricing saat ini sangat baik,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pertumbuhan jumlah investor ritel di pasar modal Indonesia yang dinilai menunjukkan meningkatnya optimisme terhadap prospek bursa domestik.

Menurut Rosan, jumlah investor ritel saat ini telah mencapai sekitar 26-27 juta investor, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 20 juta investor.

Kenaikan sekitar 6 juta investor tersebut, kata dia, menjadi sinyal bahwa masyarakat semakin percaya terhadap prospek pasar modal Indonesia dalam jangka panjang.

“Logikanya peningkatan ini terjadi karena investor kita yakin bahwa bursa kita makin baik ke depannya dan promising,” ujar Rosan.

Lebih lanjut, ia menilai pertumbuhan investor domestik tidak terlepas dari masifnya edukasi pasar modal yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia, terutama kepada generasi muda.

Menurutnya, pemahaman mengenai investasi jangka menengah dan panjang menjadi penting agar pasar modal dapat terus berkembang sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Artikel Terkait

BEI Rilis Daftar 100 Emiten Kena Sanksi dan Denda

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menjatuhkan sanksi kepada 100 emiten papan utama dan pengembangan yang belum menyampaikan laporan keuangan auditan tahunan per 31 Desember 2025 hingga batas waktu 30 April 2026.

Dua Direktur Bank Jatim (BJTM) Kompak Serok Saham Jelang Cum Dividen

Dua direksi PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) kompak menambah kepemilikan saham perseroan melalui transaksi pembelian di pasar pada 18 Mei 2026.

Pemilik Manfaat Akhir SIDO Serok Saham Harga Atas

PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) menyampaikan bahwa Direktur sekaligus pemilik manfaat akhir perseroan, Irwan Hidayat, menambah kepemilikan sahamnya pada 13 Mei 2026.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru