Emiten Boy Thohir (ADRO) Cetak Laba Meroket 69% di Semester I-2026
EmitenTrust.com - PT AlamTri Resources Indonesia Tbk (ADRO) membukukan kinerja positif sepanjang semester I-2026. Laba periode berjalan perseroan melonjak 68,87% menjadi US$329,20 juta atau sekitar US$329,2 juta, dibandingkan dengan US$194,94 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Berdasarkan laporan keuangan interim konsolidasian AlamTri Resources Indonesia, kenaikan laba tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan, lonjakan laba bruto dan laba usaha, serta kontribusi keuntungan dari ventura bersama.
Pendapatan usaha ADRO pada semester I-2026 mencapai US$999,24 juta, naik 16,50% dibandingkan US$857,69 juta pada semester I-2025.
Kenaikan pendapatan tersebut turut mengerek laba bruto perseroan menjadi US$422,68 juta, tumbuh 48,69% dibandingkan US$284,27 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, beban pokok pendapatan hanya meningkat tipis sekitar 0,55%, dari US$573,42 juta menjadi US$576,56 juta.
Dengan pertumbuhan laba bruto yang lebih tinggi dibandingkan kenaikan beban pokok pendapatan, margin bruto ADRO turut mengalami peningkatan.
Kinerja operasional AlamTri juga menunjukkan perbaikan signifikan. Perseroan membukukan laba usaha sebesar US$381,76 juta, melonjak 87,80% dibandingkan US$203,33 juta pada semester I-2025.
Beban usaha justru turun sekitar 3,31%, dari US$60,35 juta menjadi US$58,35 juta.
Selain itu, pos pendapatan atau beban lain-lain bersih berbalik positif. Pada semester I-2026, ADRO membukukan pendapatan lain-lain bersih sebesar US$17,43 juta, dibandingkan beban lain-lain bersih US$20,60 juta pada semester I-2025.
Perubahan tersebut memberikan tambahan sekitar US$38,03 juta terhadap kinerja sebelum memperhitungkan pos lainnya.
Namun, penghasilan keuangan turun 48,47% menjadi US$30,44 juta dari sebelumnya US$59,07 juta.
Di sisi lain, biaya keuangan meningkat tajam menjadi US$29,76 juta, dibandingkan US$9,71 juta pada semester I-2025 atau naik sekitar 206,58%.
ADRO juga memperoleh bagian atas keuntungan neto dari ventura bersama sebesar US$33,55 juta, berbalik dari kerugian US$3,86 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Alhasil, laba sebelum pajak penghasilan mencapai US$416,00 juta, tumbuh sekitar 67,19% dari US$248,83 juta.
Setelah dikurangi beban pajak penghasilan sebesar US$86,80 juta, laba periode berjalan ADRO mencapai US$329,20 juta.
Dari total laba periode berjalan tersebut, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai US$309,37 juta, meningkat sekitar 76,84% dibandingkan US$174,94 juta pada semester I-2025.
Sementara laba yang menjadi bagian kepentingan nonpengendali tercatat US$19,83 juta, relatif stabil dibandingkan US$20,00 juta pada periode yang sama tahun lalu.
Laba per saham dasar dan dilusian yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga meningkat menjadi US$0,01074 per saham, dari US$0,00587 per saham.
Dari sisi neraca, total ekuitas AlamTri per 30 Juni 2026 mencapai US$5,13 miliar, meningkat 2,47% dibandingkan US$5,00 miliar pada akhir Desember 2025.
Ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai US$4,61 miliar, naik sekitar 2,76% dari US$4,49 miliar.
Saldo laba yang belum dicadangkan juga meningkat menjadi US$3,33 miliar, dibandingkan US$3,22 miliar pada akhir 2025 atau tumbuh sekitar 3,47%.
Di sisi lain, total liabilitas ADRO meningkat cukup signifikan. Per 30 Juni 2026, total liabilitas mencapai US$2,68 miliar, naik sekitar 47,70% dari US$1,81 miliar pada akhir 2025.
Kenaikan terutama berasal dari liabilitas jangka panjang yang mencapai US$1,77 miliar, melonjak 85,62% dari US$952,16 juta.
Utang bank jangka panjang tercatat US$956,16 juta, naik sekitar 35,75% dari US$704,37 juta. Sementara liabilitas sewa jangka panjang melonjak menjadi US$638,26 juta dari US$56,57 juta.
Meski laba meningkat, arus kas dari aktivitas operasi ADRO justru mengalami tekanan.
Pada semester I-2026, arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi tercatat US$42,92 juta, berbalik dari arus kas positif sebesar US$333,16 juta pada semester I-2025.
Perubahan tersebut terutama dipengaruhi oleh kenaikan pembayaran kepada pemasok dan kontraktor yang mencapai US$803,83 juta, dibandingkan US$339,91 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pembayaran royalti juga meningkat menjadi US$82,26 juta dari US$51,55 juta.
Namun, arus kas investasi berbalik positif. ADRO mencatat arus kas bersih dari aktivitas investasi sebesar US$48,59 juta, dibandingkan arus kas keluar US$162,08 juta pada semester I-2025.
Sementara arus kas yang digunakan untuk aktivitas pendanaan turun signifikan menjadi US$52,61 juta, dari US$505,75 juta pada semester I-2025.
Secara keseluruhan, kas dan setara kas ADRO turun bersih US$46,94 juta selama semester I-2026. Posisi kas dan setara kas pada akhir Juni 2026 tercatat US$978,22 juta, turun sekitar 7,86% dari US$1,06 miliar pada akhir Juni 2025