Emiten Hapsoro (SINI) Beber Rencana CUAN Ambil Alih Saham

Emiten Hapsoro (SINI) Beber Rencana CUAN Ambil Alih Saham
PT Singaraja Putra Tbk (SINI) emiten milik Hapsoro mengungkap perkembangan terbaru terkait rencana pengambilalihan saham perseroan oleh PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) emiten milik Prajogo Pangestu.
Bacakan Artikel

EmitenTrust.com - PT Singaraja Putra Tbk (SINI) emiten milik Hapsoro mengungkap perkembangan terbaru terkait rencana pengambilalihan saham perseroan oleh PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) emiten milik Prajogo Pangestu. Hingga kini, proses tersebut masih berada dalam tahap negosiasi dan belum menghasilkan perjanjian definitif.

Dalam tanggapan atas permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI), pada Selasa (29/9) Direktur Utama SINI Amir Antolis menyebut rencana pengambilalihan yang saat ini dibahas merupakan transaksi baru, berbeda dengan transaksi terdahulu yang sebelumnya dibahas sejak Desember 2025.

Berdasarkan informasi yang diterima SINI, CUAN dan pemegang saham terkait kini masih melakukan diskusi mengenai sejumlah aspek transaksi, termasuk mekanisme, jumlah saham, harga, waktu penyelesaian, serta pengaturan perseroan setelah pengambilalihan.

SINI menegaskan, sampai dengan tanggal penyampaian jawaban kepada Bursa, belum terdapat perjanjian definitif yang ditandatangani oleh para pemegang saham terkait rencana pengambilalihan baru tersebut.

Begitu pula dengan target kepemilikan. Perseroan menyebut belum ada persentase saham definitif yang akan diambil alih CUAN. Dengan demikian, meski sebelumnya muncul rencana pengambilalihan sekurang-kurangnya 51% saham, angka tersebut masih dalam pembahasan.

Target waktu penyelesaian transaksi juga belum ditetapkan. Perseroan menyatakan para pihak masih melakukan negosiasi mengenai waktu penyelesaian yang diantisipasi.

Di tengah perkembangan tersebut, SINI juga semakin mengarahkan bisnisnya ke sektor pertambangan batu bara. Perseroan menyebut peningkatan kontribusi bisnis tambang menjadi salah satu prioritas pengembangan usaha pada 2026.

Pengembangan dilakukan melalui sejumlah entitas anak, termasuk PT Pasir Bara Prima (PBP), PT Persada Kapuas Prima (PKP), PT Pesona Bara Cakrawala (PBC), dan PT Cakrawala Bara Persada (CBP). Perseroan juga memperkuat portofolio melalui akuisisi PT Kemilau Mulia Sakti (KMS), yang memiliki penyertaan saham pada PT Cristian Eka Pratama (CEP).

Akuisisi KMS memberikan SINI eksposur tambahan ke wilayah pertambangan di Kalimantan Timur, melengkapi aset pertambangan yang telah dimiliki di Kalimantan Tengah.

Melalui CEP, SINI menargetkan peningkatan kapasitas produksi hingga sekitar 2,2 juta ton batu bara per tahun. Namun, realisasi produksi dan penjualan masih menghadapi kendala logistik, terutama rendahnya muka air sungai yang membatasi penggunaan tongkang.

SINI memperkirakan kontribusi pendapatan KMS terhadap pendapatan konsolidasian untuk periode tiga bulan hingga 30 September 2026 mencapai sekitar Rp119 miliar. KMS mulai dikonsolidasikan ke laporan keuangan SINI sejak 1 Juli 2026.

Di sisi lain, SINI telah melakukan divestasi seluruh kepemilikannya di PT Interkayu Nusantara (IKN). Nilai transaksi divestasi tersebut mencapai Rp31,8 miliar.

Manajemen menjelaskan, divestasi IKN dilakukan karena perseroan kini semakin memfokuskan pengembangan usaha pada sektor pertambangan batu bara. IKN sendiri bergerak di bidang pengolahan kayu.

Setelah divestasi, pendapatan IKN tidak lagi dikonsolidasikan ke laporan keuangan SINI. Sebagai kompensasi atas potensi penurunan kontribusi pendapatan, perseroan mengandalkan peningkatan kontribusi CEP serta operasional PBP dan PKP yang diharapkan berjalan sesuai kuota RKAB masing-masing.

Sebagai informasi, pada 30 Juni 2026, IKN mencatat pendapatan Rp169,85 miliar dan membukukan rugi bersih Rp17,08 miliar. Sementara pada 2025, IKN masih mencatat pendapatan Rp378,40 miliar dengan laba bersih Rp15,59 miliar.

Dana hasil divestasi IKN sebesar Rp31,8 miliar akan digunakan untuk kebutuhan operasional SINI, termasuk belanja modal, pembayaran kewajiban perseroan, serta kegiatan operasional lainnya.

Untuk pengembangan tambang lainnya, proses pembebasan lahan PBC dan CBP masih berlangsung. SINI memperkirakan kegiatan first cut PBC dapat dimulai pada 2027, sedangkan CBP ditargetkan pada 2028.