Emitentrust.com – PT Singaraja Putra Tbk (SINI) berencana menghimpun dana hingga Rp3,61 triliun melalui Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) I atau rights issue.
Dalam prospektus ringkas yang diterbitkan Rabu (3/6) disebutkan bahwa SINI akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 721,5 juta saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham.
Jumlah tersebut setara dengan 60% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah pelaksanaan rights issue.
Perseroan menetapkan harga pelaksanaan sebesar Rp5.000 per saham, sehingga potensi dana yang dapat diraih mencapai Rp3,6075 triliun.
Dalam aksi korporasi ini, setiap pemegang 2 saham lama berhak memperoleh 3 HMETD, di mana setiap 1 HMETD memberikan hak untuk membeli 1 saham baru.
Rights issue ini mendapat dukungan dari para pemegang saham pengendali. PT Autum Prima Indonesia (API), Batubara Development Pte. Ltd. (BBD), dan Hapsoro menyatakan komitmen untuk melaksanakan sebagian HMETD yang menjadi hak mereka dengan nilai sedikitnya Rp900 miliar atau setara 180 juta HMETD.
Di sisi lain, PT Kreasi Jasa Persada (KJP) yang memiliki 19,74% saham Perseroan menyatakan akan mengalihkan seluruh hak HMETD miliknya sebanyak 142,41 juta HMETD senilai Rp712,05 miliar kepada PT Petrosea Tbk.(PTRO).
Tak hanya menerima pengalihan HMETD dari KJP, PTRO juga menyatakan akan melaksanakan seluruh HMETD yang menjadi haknya sendiri sebanyak 1,82 juta HMETD. Dengan demikian, total HMETD yang akan dieksekusi PTRO mencapai sekitar 144,23 juta HMETD.
PTRO juga bertindak sebagai pembeli siaga (standby buyer) yang siap menyerap saham baru yang tidak diambil pemegang saham lain dengan komitmen dana maksimal mencapai Rp580,9 miliar.
Manajemen mengingatkan bahwa pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya dalam rights issue ini akan mengalami dilusi kepemilikan yang cukup signifikan, yakni hingga maksimum 60%.
HMETD akan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia pada periode 14 Juli hingga 20 Juli 2026. Apabila sampai batas waktu tersebut HMETD tidak digunakan, maka hak tersebut akan kedaluwarsa dan tidak berlaku lagi.
pada perdagangan Selasa (2/6) saham SINI berada di level Rp12.000 per lembar.
PT Singaraja Putra Tbk (SINI) emiten milik Hapsoro bergerak di sektor perindustrian dengan tiga lini bisnis utama: penyedia jasa akomodasi (penginapan), industri pengolahan kayu, dan pertambangan batu bara.


