back to top

Emiten Hary Tanoe (BHIT) Minta Restu Private Placement Jumbo

Emitentrust.com – PT MNC Asia Holding Tbk (BHIT) berencana melakukan aksi korporasi berupa Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement sebanyak-banyaknya 8,6 miliar saham baru.

Rencana tersebut akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 29 Juni 2026. Perseroan menyebut aksi korporasi ini membutuhkan persetujuan pemegang saham independen sesuai ketentuan POJK No.14 Tahun 2019.

Dalam keterbukaan informasi, BHIT mengungkapkan jumlah saham baru yang akan diterbitkan mencapai maksimal 8.606.815.670 saham bernilai nominal Rp100 per saham atau setara 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.

Manajemen menjelaskan, dana hasil PMTHMETD akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan dan keuangan perseroan, termasuk mendukung kebutuhan modal kerja.

“Perseroan dapat mengundang investor-investor strategis yang berminat menginvestasikan modalnya dalam Perseroan agar dapat memberikan nilai tambah bagi kinerja Perseroan,” tulis manajemen BHIT dalam keterbukaan informasi.

Selain memperkuat modal kerja, aksi korporasi tersebut juga diklaim dapat meningkatkan likuiditas perdagangan saham BHIT di Bursa Efek Indonesia.

Meski demikian, perseroan mengakui pelaksanaan PMTHMETD akan menimbulkan dilusi kepemilikan saham bagi investor eksisting hingga maksimal 9,09% setelah penerbitan saham baru dilakukan.

BHIT menyampaikan hingga saat ini belum terdapat calon investor yang akan menyerap saham hasil PMTHMETD. Seluruh saham baru nantinya akan ditawarkan kepada pemegang saham maupun masyarakat.

Secara proforma, total modal ditempatkan dan disetor perseroan akan meningkat dari 86,06 miliar saham menjadi 94,67 miliar saham setelah private placement dilakukan penuh.

Dari sisi keuangan, perseroan memperkirakan total ekuitas meningkat dari Rp40,41 triliun menjadi Rp41,27 triliun. Sementara rasio liabilitas terhadap aset diproyeksikan membaik dari 31,3% menjadi 30,8%.

Rencana private placement ini dapat dieksekusi dalam jangka waktu maksimal dua tahun sejak persetujuan RUPSLB, yakni hingga 29 Juni 2028.

Adapun susunan manajemen BHIT saat ini masih dipimpin oleh Hary Tanoesoedibjo sebagai Direktur Utama, dengan jajaran komisaris termasuk Agung Firman Sampurna dan Valencia Herliani Tanoesoedibjo.

Artikel Terkait

MBAP Tak Bagi Dividen, Laba 2025 Dialihkan untuk Ekspansi

PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP) memutuskan untuk tidak membagikan dividen dari laba tahun buku 2025 setelah hasil keputusan Rapat

BFIN Kucurkan Dividen Jumbo Rp516M, Telisik Jadwalnya

PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) resmi mengumumkan pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025 setelah memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan yang digelar pada 20 Mei 2026.

Umumkan Jadwal Dividen, Saham GEMA Melonjak!

PT Gema Grahasarana Tbk resmi (GEMA) mengumumkan pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025 setelah mendapatkan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan yang digelar pada Rabu, 20 Mei 2026.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru