back to top

Enam Saham Masuk Pantauan BEI akibat Unusual Market Activity

EmTrust – Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan tengah memantau pergerakan saham PT Indika Energy Tbk. (INDY), PT Langgeng Makmur Industri Tbk. (LMPI), PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk. (PACK), PT Tifico Fiber Indonesia Tbk. (TFCO), PT Sumber Global Energy Tbk. (SGER), serta PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk. (BSML). Pemantauan tersebut dilakukan sehubungan dengan adanya indikasi pola transaksi yang tidak wajar atau Unusual Market Activity (UMA).

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, dalam keterangan tertulis pada Senin (26/1/2026), menegaskan bahwa pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.

“Pengumuman UMA ini tidak secara otomatis mengindikasikan adanya pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal,” ujar Yulianto.

BEI menyampaikan bahwa informasi terakhir terkait masing-masing perusahaan tercatat telah dipublikasikan melalui situs resmi Bursa. Informasi tersebut antara lain mencakup pendirian perusahaan oleh anak usaha PT Indika Energy Tbk. yang diumumkan pada 9 dan 23 Januari 2026, penjelasan atas volatilitas transaksi saham PT Langgeng Makmur Industri Tbk. pada 14 Januari 2026, serta tambahan informasi atas rencana penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (HMETD I) oleh PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk.

Selain itu, informasi lainnya mencakup laporan bulanan registrasi pemegang efek PT Tifico Fiber Indonesia Tbk., laporan penggunaan dana hasil penawaran umum saham PT Sumber Global Energy Tbk., serta keterbukaan informasi mengenai pembelian atau penjualan aset yang bersifat penting oleh PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk.

Sehubungan dengan terjadinya UMA pada saham-saham tersebut, BEI menyatakan saat ini terus mencermati perkembangan pola transaksi yang terjadi. Oleh karena itu, investor diimbau untuk memperhatikan tanggapan dan klarifikasi yang disampaikan oleh masing-masing perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi dari Bursa.

BEI juga mengingatkan investor agar mencermati kinerja perusahaan melalui setiap keterbukaan informasi yang tersedia, serta mengkaji kembali rencana aksi korporasi perusahaan tercatat, khususnya yang belum memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

“BEI menyarankan investor untuk mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum mengambil keputusan investasi,” tutup Yulianto.

Artikel Terkait

BEI Umumkan Saham Dikuasai Segelintir Investor, Ini Emitennya!

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengeluarkan pengumuman penting terkait sejumlah emiten yang memiliki kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration per 31 Maret 2026.

Bengkak 348%! PTPP Rugi Hampir Rp8T di 2025

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp7,99 triliun sepanjang 2025, membengkak sekitar 348% dibandingkan rugi Rp1,78 triliun pada 2024 (YoY).

KB Bank (BBKP) Tinggalkan Rugi Triliunan di 2025

PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) (sebelumnya Bank Bukopin) berhasil membalikkan kinerja secara signifikan sepanjang 2025 dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp66,6 miliar, berbanding terbalik dari rugi Rp6,33 triliun pada 2024,

Populer 7 Hari

Berita Terbaru