Free Float IPCM Cuma 12,12%, Pelindo Kuasai 76,89% Saham

Free Float IPCM Cuma 12,12%, Pelindo Kuasai 76,89% Saham
PT Jasa Armada Indonesia Tbk. (IPCM) mencatatkan saham free float sebesar 12,12% atau sebanyak 640,66 juta saham hingga akhir September 2026. Persentase tersebut meningkat tipis dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 12,1%,
Bacakan Artikel

EmitenTrust.com - PT Jasa Armada Indonesia Tbk. (IPCM) mencatatkan saham free float sebesar 12,12% atau sebanyak 640,66 juta saham hingga akhir September 2026. Persentase tersebut meningkat tipis dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 12,1%, berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) yang disampaikan perseroan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dalam laporan tersebut, jumlah saham IPCM yang tercatat di Bursa mencapai 5,28 miliar saham. Dari jumlah itu, saham free float tercatat sebanyak 640.657.723 saham pada akhir September 2026.

Sementara itu, jumlah saham non-warkat yang dimiliki seluruh pemegang saham dengan kepemilikan di bawah 5% mencapai 645.955.100 saham. Perseroan juga melaporkan tidak memiliki saham treasuri.

Dari sisi kepemilikan, PT Pelindo Jasa Maritim menjadi pemegang saham pengendali IPCM dengan kepemilikan sebanyak 4.063.504.600 saham atau setara 76,89%. Adapun PT Pelabuhan Indonesia (Persero) tercatat memiliki 569.551.400 saham atau sekitar 10,78%.

Dalam laporan pemilik manfaat akhir atau ultimate beneficial owner, Negara Republik Indonesia tercatat sebagai pemilik manfaat melalui PT Pelindo Jasa Maritim, yang memiliki 76,89% saham IPCM.

Perubahan jumlah pemegang saham juga terlihat pada akhir September 2026. Jumlah pemegang saham nasabah berdasarkan Single Investor Identification (SID) meningkat menjadi 8.200 investor, dibandingkan 7.855 investor pada bulan sebelumnya. Dengan demikian, terdapat penambahan 345 SID selama September 2026.

Selain itu, laporan kepemilikan saham menunjukkan Dwi Rahmad Toto, selaku anggota Direksi IPCM, tercatat memiliki 25.000 saham atau sekitar 0,0005% pada akhir September 2026. Sebelumnya, ia belum tercatat memiliki saham perseroan. Sementara itu, kepemilikan Dewi Ariyani, selaku Komisaris, tercatat sebanyak 387.600 saham.