Emitentrust.com – PT Harta Djaya Karya Tbk dengan kode saham MEJA mengungkapkan struktur kepemilikan terbarunya. Dalam laporan bulanan registrasi pemegang efek per April 2026, emiten papan akselerasi ini tercatat memiliki free float sebesar 60,4% atau setara 1,35 miliar saham.
Besarnya porsi saham publik tersebut membuat struktur kepemilikan MEJA menjadi sorotan pelaku pasar, terutama setelah muncul nama Noprian Fadli yang brrdomisili sebagai pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner/UBO) MEJA.
Berdasarkan laporan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), total saham free float MEJA mencapai 1.350.156.942 saham dari total saham tercatat sebanyak 2.235.502.042 saham. Persentase free float itu tetap stabil dibandingkan bulan sebelumnya.
Sementara itu, pemegang saham utama MEJA masih ditempati PT Triple Berkah yang menguasai 878.845.100 saham atau setara 39,31% kepemilikan.
Dalam dokumen tersebut, PT Triple Berkah terafiliasi dengan Noprian Fadli yang tercatat sebagai pemilik manfaat akhir perseroan. Alamat yang tercantum berada di Jalan Elang Raya No.29D, Bintaro.
Selain itu, Presiden Direktur MEJA Richie Adrian Hartanto S juga tercatat memiliki 6,5 juta saham atau sekitar 0,29% kepemilikan saham perseroan.
Dari sisi basis investor, jumlah pemegang saham MEJA tercatat mengalami penurunan. Jumlah investor turun dari 13.903 SID menjadi 13.049 SID atau berkurang 854 investor dalam sebulan.
Berdasarkan klasifikasi investor KSEI, mayoritas saham MEJA saat ini dikuasai investor individu yang mencapai 1,30 miliar saham. Sementara investor korporasi menguasai sekitar 903,74 juta saham.
Perseroan juga menegaskan seluruh perhitungan free float telah disusun sesuai ketentuan BEI, termasuk mengecualikan saham milik pengendali, afiliasi pengendali, direksi, komisaris, hingga saham tresuri.


