back to top

Gagal Bayar Bunga! Pefindo Turunkan Peringkat WIKA

EmTrust – PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) menurunkan peringkat Obligasi Berkelanjutan I Tahap I PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) menjadi idD(sy) dari sebelumnya CCC, serta menurunkan peringkat Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap I menjadi idDsy dari CCC.

Penurunan peringkat tersebut dilakukan menyusul penundaan pembayaran kupon oleh WIKA untuk masing-masing instrumen keuangan pada tanggal jatuh tempo yang telah ditentukan.

Selain itu, perseroan juga gagal mencapai kesepakatan dengan para pemegang obligasi terkait penundaan pembayaran kupon selama masa remedial 14 hari kerja.

PEFINDO juga mencatat ketidakmampuan WIKA dalam memenuhi pembayaran pokok Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap I/2020 Seri B senilai Rp159 miliar yang jatuh tempo pada 18 Desember 2025, sehingga memperburuk profil kredit perseroan.

Sementara itu, PEFINDO mempertahankan peringkat korporasi WIKA pada level SD (Selective Default). Adapun peringkat Obligasi Berkelanjutan II Tahap II dan Obligasi Berkelanjutan II tetap berada pada level sCCC, begitu pula dengan peringkat Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Tahap II Seri B dan C, serta Sukuk Mudharabah Berkelanjutan III Tahap I Seri B dan C yang dipertahankan pada sCCC.

PEFINDO menyebut peringkat tersebut mencerminkan profil keuangan dan likuiditas WIKA yang lemah, serta dampak dari risiko ekspansi perseroan pada periode sebelumnya. Lembaga pemeringkat membuka peluang untuk meninjau kembali peringkat WIKA apabila perseroan mampu menyelesaikan kewajiban pembayaran pokok dan kupon obligasi serta sukuk yang telah jatuh tempo.

Sebagai informasi, WIKA merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor konstruksi yang didirikan pada 1961. Perseroan menjalankan bisnis di berbagai segmen, meliputi investasi, realti dan properti, infrastruktur dan gedung, energi dan industrial plant, serta industri.

Hingga 30 September 2025, komposisi pemegang saham WIKA terdiri atas Pemerintah Indonesia sebesar 91,02% dan publik sebesar 8,98%.

Artikel Terkait

Grup Bakrie (BNBR) Kantongi Restu Right Issue

Laba bersih Perseroan selama 2025 sebesar Rp 502,74 miliar, naik 49,6% dibanding tahun sebelumnya Pendapatan bersih Perseroan selama 2025 sebesar Rp 3,74 triliun

Laba CMRY Melejit 34%! Tembus Rp2T di 2025

PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) mencatat kinerja gemilang sepanjang 2025. Perseroan membukukan laba bersih Rp2,03 triliun, melonjak sekitar 34,4% dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp1,51 triliun.

Pengendali HILL Bolak – Balik Transaksi Jutaan Lembar Harga Gocap

Pemegang saham pengendali PT Hillcon Tbk (HILL), yakni PT Hillcon Equity Management, tercatat melakukan aksi jual sekaligus beli saham dalam dua hari berurutan.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru