back to top

Glencore Diam-Diam Lepas Ratusan Juta Saham Grup Harita (NCKL)

Emitentrust.com– Aksi jual besar-besaran dilakukan investor global Glencore International Investments Ltd. pada saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL).

Dalam kurun waktu singkat, raksasa komoditas asal luar negeri itu tercatat mengurangi kepemilikan sahamnya secara agresif sebanyak 204,97 juta lembar saham.

Dalam Laporan Kepemilikan atau Perubahan Kepemilikan Saham yang disampaikan NCKL pada 9 Januari 2026 bahwa Glencore melepas saham NCKL secara bertahap sejak akhir Desember 2025 hingga awal Januari 2026 dengan total nilai Rp276,9 miliar.

Sebelum transaksi, Glencore menggenggam 4,53 miliar saham atau setara 7,20% hak suara. Namun setelah serangkaian penjualan, kepemilikannya menyusut menjadi 4,33 miliar saham atau sekitar 6,87%.

Penjualan saham dilakukan dalam lima tahap. Pada 29 Desember 2025, Glencore menjual 3,28 juta saham di harga Rp1.129 per saham. Aksi dilanjutkan sehari setelahnya dengan melepas 5 juta saham di harga Rp1.137.

Tak berhenti di situ, pada 2 Januari 2026 Glencore kembali menjual 10 juta saham di harga Rp1.167. Gelombang terbesar terjadi pada 6 Januari 2026, saat Glencore melepas 64,24 juta saham di harga Rp1.288, disusul aksi lanjutan pada 7 Januari 2026 dengan penjualan jumbo 122,45 juta saham di harga Rp1.414 per saham.

Jika ditotal, Glencore tercatat melepas lebih dari 200 juta saham NCKL hanya dalam waktu sekitar 10 hari perdagangan. Seluruh transaksi dilakukan secara tidak langsung, dan murni dikategorikan sebagai penjualan saham.

Pada perdagangan Rabu (7/1), saham NCKL anjlok 1,15 persen ke level Rp1.290. Dalam sepekan naik 9,3 persen dari harga Rp1.175 pada 30 Desember 2025. Dalam sebulan naik 25,9 persen dari harga Rp1.020 pada 8 Desember 2025. Dalam enam bulan terbang 96,9 persen dari harga Rp655 pada 7 Juli 2025.

Artikel Terkait

BEI Umumkan Saham Dikuasai Segelintir Investor, Ini Emitennya!

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengeluarkan pengumuman penting terkait sejumlah emiten yang memiliki kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration per 31 Maret 2026.

Bengkak 348%! PTPP Rugi Hampir Rp8T di 2025

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp7,99 triliun sepanjang 2025, membengkak sekitar 348% dibandingkan rugi Rp1,78 triliun pada 2024 (YoY).

KB Bank (BBKP) Tinggalkan Rugi Triliunan di 2025

PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) (sebelumnya Bank Bukopin) berhasil membalikkan kinerja secara signifikan sepanjang 2025 dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp66,6 miliar, berbanding terbalik dari rugi Rp6,33 triliun pada 2024,

Populer 7 Hari

Berita Terbaru